Ibu Bantah Pilih Kasih dalam Kasus Adik Bunuh Kakak di Kelapa Gading

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Ibu dari MAL (15), remaja yang diduga menganiaya kakak kandungnya hingga teas di Kelapa Gading, Jakarta Utara, membantah tudingan bahwa peristiwa tragis tersebut dipicu sikap pilih kasih dalam keluarga.

Ia menegaskan, insiden itu dilatarbelakangi persoalan rumah tangga dan miskomunikasi.

Nurul Arifah, ibu MAL dan almarhumah MAR (21), mengatakan kondisi keluarga mereka memang tengah menghadapi masalah sejak ia berpisah dengan ayah anak-anaknya sekitar setahun terakhir.

Baca juga: Remaja Bunuh Kakak di Kelapa Gading, Kesal Korban Menyusahkan Sang Ibu

Dalam tujuh bulan terakhir, menurut dia, sang ayah memblokir akses komunikasi dengan anak-anak dan dirinya.

“Anak ini tidak mendapatkan figur ayah. Aksesnya diblokir, tidak bertemu. Jadi kesal dengan ayahnya. Emosinya lebih mudah terpancing,” ujarnya saat ditemui Kompas.com pada Kamis (26/2/2026).

Menurut Nurul, sejak persoalan keluarga tersebut terjadi, MAL kerap melampiaskan emosi ketika muncul masalah kecil di rumah, baik kepada dirinya maupun kepada sang kakak.

Ia menuturkan, pada hari kejadian terjadi miskomunikasi yang berujung fatal. Peristiwa itu, kata dia, berlangsung sangat cepat sehingga ia tidak sempat melerai.

“Dia mengakui khilaf, tidak sadar. Kejadiannya cepat sekali,” katanya.

Menanggapi tudingan pilih kasih, Nurul menegaskan, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu bersama MAL karena kondisi kesehatannya. MAL disebut memiliki riwayat asam lambung dan infeksi H. pylori, sehingga harus menjalani pengobatan di sejumlah rumah sakit di Jakarta.

“Hari-hari saya bersama adiknya karena sakit. Kalau kakaknya sudah kuliah, sibuk aktivitas dan organisasi. Jarang ketemu, hanya saya beri uang sesuai kebutuhannya kuliah,” ungkapnya.

Baca juga: Pemuda Dibunuh Adiknya di Kelapa Gading Saat Memberi Makan Peliharaan

Ia menjelaskan, perbedaan nominal uang yang diberikan kepada kedua anaknya semata-mata karena perbedaan kebutuhan.

MAR yang sudah kuliah membutuhkan biaya pendidikan dan transportasi lebih besar, sementara MAL masih duduk di bangku SMP. Meski demikian, ia mengaku telah menyiapkan tabungan khusus untuk MAL.

“Dua-duanya saya perlakukan adil. Tidak benar kalau disebut pilih kasih. Anak-anak saya dua-duanya baik,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang remaja berusia 15 tahun diduga menganiaya kakak kandungnya hingga tewas di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (24/2/2026).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Ni Luh Sri Artini menyatakan, peristiwa tersebut dikategorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), karena pelaku dan korban merupakan saudara kandung yang tinggal serumah.

"KDRT sebenarnya, KDRT karena mereka masih bersaudara dalam satu rumah. Kekerasan fisik dalam rumah tangga yang mengakibatkan tewas. Itu Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang mengenai PKDRT,” ujar Sri.

Baca juga: Remaja Bunuh Kakak di Kelapa Gading, Merasa Ibunya Lebih Sayang Korban

Korban MAR (21) merupakan anak tertua, sementara terduga pelaku MAL (15) adalah adiknya. Keduanya tinggal bersama ibu mereka.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Polisi telah memeriksa sedikitnya tujuh saksi, termasuk warga sekitar dan dokter yang membantu membawa korban ke rumah sakit. Saat ini, proses hukum telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

"Dan ini baru akan rencana kami untuk peningkatan status dari anak saksi menjadi anak berkonflik dengan hukum,” kata Sri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mandiri Sekuritas Sebut Antrean IPO Tahun Ini Ramai, Tak Terdampak MSCI
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polri Menetapkan Lima Tersangka Kasus e-Tilang Palsu Modus SMS Blast yang Dikendalikan Warga Negara China
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Hari Ini, 26 Februari 2026: Semarang Siap Beribadah Sejak Dini Hari
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Laga Gila di Paris! PSG Lolos Dramatis Usai Ditahan 10 Pemain Monaco
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Ultimatum Dirut LPDP: Alumni yang Tak Patuh Namanya Dipajang di Website
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.