Sebanyak 129 jurnalis meninggal dunia di Jalur Gaza, sepanjang penugasan tahun 2025. Bahkan Committee to Protect Journalists (CPJ) mencatat, dua per tiganya dibunuh oleh Israel saat agresi militer di Jalur Gaza.
Melansir Antara, lebih dari 60 persen dari 86 insan pers yang dibunuh oleh Israel merupakan wartawan Palestina. Mereka gugur saat melakukan tugas jurnalistik dari Gaza.
Catatan ini sekaligus menandai jumlah pembunuhan terhadap wartawan yang masih tinggi dalam dua tahun berturut-turut.
Bahkan, angka ini lebih tinggi dari tahun 2024 lalu yang tercatat sebanyak 126 jurnalis.
“Serangan terhadap media adalah indikator penting atas serangan terhadap kebebasan lainnya, dan sangat banyak langkah yang harus diambil untuk mencegah pembunuhan tersebut serta menghukum para pelakunya,” kata Jodie Ginsbreg CEO CPJ, Kamis (26/2/2026).
“Kita semua terpapar risiko ketika jurnalis kehilangan nyawa saat membuat laporan berita mereka,” ucap dia, menambahkan.
Lebih lanjut, Filipina, dengan tiga kasus pembunuhan jurnalis pada 2025, menempatkan negara itu pada peringkat teratas di Asia dan peringkat kelima dari semua negara dalam daftar.
Semua wartawan yang dibunuh di Filipina tahun lalu tewas ditembak, termasuk wartawan senior Juan Dayang.(ant/kir/ipg)




