REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan Dirahmati 2026 digelar setiap hari di Kabupaten Kuningan. Dalam setiap pelaksanaannya, komoditas beras, telur ayam, dan minyak goreng menjadi produk yang paling banyak diburu masyarakat.
GPM digelar sejak Senin (23/2/2026) di tiga lokasi berbeda setiap harinya, yakni Desa Seda (Kecamatan Mandirancan), Desa Haurkuning (Kecamatan Nusaherang), dan Desa Kasturi (Kecamatan Kuningan).
Baca Juga
Diprotes Warga, Operasional Lapangan Padel di Cilandak Tutup Sementara
BGN Angkat Isu Mark Up Bahan Pangan MBG di Kalangan Mitra SPPG
185 Lapangan Padel di Jakarta Tak Miliki Izin PBG, Pemprov Siap Bertindak
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan rata-rata distribusi per lokasi berkisar antara enam hingga tujuh ton komoditas. Sebagian besar produk terserap dalam waktu relatif singkat karena tingginya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.
“Dalam tiga kali pelaksanaan, total komoditas yang terjual mendekati 20 ton. Antusiasme warga sangat tinggi,” ujar Wahyu, Kamis (26/2/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Berdasarkan data transaksi di lapangan, tiga komoditas yang paling banyak dibeli masyarakat adalah beras, minyak goreng, dan telur ayam. Selain itu, gula pasir, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih juga mencatat tingkat penjualan yang signifikan.
Dalam setiap pelaksanaan, pemerintah menyiapkan beras hingga tiga ton per lokasi, minyak goreng sekitar 300 liter, telur ayam 250 kilogram, daging sapi 250 kilogram, gula pasir 200 kilogram, serta berbagai komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran.
Respons masyarakat dinilai sangat positif karena selisih harga yang ditawarkan cukup kompetitif dibandingkan harga pasar. Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi kegiatan dan sejumlah komoditas habis sebelum acara berakhir.