Penganiayaan Pegawai SPBU Dipicu Data Barcode: Bawa Toyota Vellfire, tapi Ngisi Pertalite

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Timur menetapkan JMH sebagai tersangka penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan bahwa tersangka sudah ditangkap dikawasan Rawalumbu.

"Kita sudah mengamankan tersangka dengan inisial JMH alias A dengan usia 31 tahun, domisili Bekasi," kata Alfian di kantornya, Rabu (26/2/2026).

Baca juga: Tabiat Gelap Penganiaya Karyawan SPBU Cipinang: Catut Jenderal demi Pertalite hingga Positif Sabu

Peristiwa bermula ketika JMH hendak mengisi bensin jenis Pertalite, tetapi data pada barcode berbeda.

"Data yang muncul di mesin EDC ini tidak sesuai dengan kendaraan yang dibawa oleh tersangka atau pelaku," imbuh dia.

Data yang muncul yaitu mobil Toyota Land Cruiser berwarna hijau, padahal mobil yang dibawa pelaku adalah Toyota Vellfire warna hitam dengan nomor polisi yaitu L 1 XD.

"Operator menolak untuk melakukan pengisian BBM. Kemudian si tersangka ini meluapkan emosinya dan melakukan tindakan kekerasan kepada tiga korban tersebut," ujar Alfian.

Sebelumnya, tiga karyawan SPBU Pertamina di Cipinang dianiaya pelanggan saat proses pengisian bahan bakar, Minggu (23/2/2026) malam.

Staf SPBU, Mukhlisin (38), menjelaskan, peristiwa bermula ketika pelanggan tersebut hendak mengisi Pertalite, tetapi kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada barcode.

"Sebenarnya pihak customer tersebut mengisi Pertalite, dan nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan digambar di EDC tersebut. Jadi kan peraturan nomor di nopol sama mobil harus sesuai di EDC SPBU," tutur Mukhlisin.

Baca juga: Kapolres ke Penganiaya SPBU Cipinang: Kamu Jenderal Polisi Apa TNI?

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Petugas kemudian menyarankan pelanggan mengisi Pertamax sesuai prosedur operasional standar (SOP). Namun, pelanggan justru marah.

"Dari pihak customer-nya itu menyebut 'Ini mobil jenderal'. Terus di video juga dia menyebut bilangnya 'kapolda' gitu. Ada narasi, ada kata-kata 'kapolda' ketika dia ngebentak-bentak gitu tadi," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Banten Proses Restorative Justice Kasus Kecelakaan Ojek di Pandeglang yang Tewaskan Penumpang
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Harga Bahan Pokok di Lombok Utara Stabil Selama Ramadan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Dibuka Naik 0,35 Persen ke 8.351, Rupiah Menguat Jadi Rp 16.800/Dolar AS
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Ahli KPK Ungkap Rp 570 Juta Hasil Peras Izin TKA Dipakai Beli Tiket Coldplay
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Utang Global Cetak Rekor Rp 5.818 Kuadriliun, Gara-Gara AS dan Cina
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.