Eksklusif Epoch Times: Mata-mata Pembelot Ungkap Cara Mengidentifikasi Agen PKT

erabaru.net
20 jam lalu
Cover Berita

Dalam beberapa tahun terakhir, infiltrasi PKT (Partai Komunis Tiongkok) di kancah internasional terjadi hampir di mana-mana. Bahkan bagi para pembangkang yang tinggal di luar negeri, sebagian tetap sulit lolos dari pengawasan. Seorang mantan personel intelijen nasional PKT mengungkapkan bahwa meskipun sangat sulit mendeteksi mata-mata Beijing di Amerika Serikat dan Kanada, tetap ada sejumlah petunjuk yang dapat digunakan untuk mengenali identitas mereka yang sebenarnya.

EtIndonesia. Seorang mantan agen Kementerian Keamanan Publik PKT yang membelot ke Australia pada 2023, menggunakan nama samaran “Eric”, mengungkap bahwa selama menjalankan tugas penyamaran, ia bertanggung jawab memantau para pembangkang di luar negeri.

Menurut laporan The Epoch Times edisi bahasa Inggris pada Senin (23 Februari), Eric mengatakan bahwa memastikan apakah seseorang terlibat dalam aktivitas spionase luar negeri untuk PKT “sangatlah sulit”. Bahkan badan intelijen profesional pun harus mengerahkan banyak sumber daya untuk melakukannya.

Namun, ia menekankan bahwa sistem intelijen negara otoriter memiliki “cacat dan kelemahan bawaan” yang “tidak dapat sepenuhnya diatasi” oleh para agen penyamaran. Celah inilah yang dapat dimanfaatkan oleh para pembangkang di luar negeri untuk melakukan identifikasi.

Eric menjelaskan bahwa salah satu cara menilai apakah seseorang adalah agen PKT adalah melihat apakah ia mampu mengambil keputusan secara mandiri dan tegas. Dalam isu-isu tertentu, mata-mata harus meminta instruksi dari atasan, sehingga mereka sering kali hanya memberikan jawaban samar atau janji lisan terlebih dahulu. 

Selain itu, agen yang penyamarannya kurang rapi dapat terlihat gugup atau berbicara berbelit-belit saat berdialog. Namun, mengenali tanda-tanda ini sangat bergantung pada pengalaman dan intuisi pribadi.

Terkait infiltrasi PKT di masyarakat internasional, Eric menyebut Kanada sebagai salah satu “target utama” Beijing. Alasannya antara lain kebijakan imigrasi Kanada yang relatif longgar, kemampuan kontraintelijen yang lebih lemah dibandingkan Amerika Serikat, serta status Kanada sebagai anggota aliansi intelijen penting Five Eyes, yang sangat ingin ditembus oleh PKT.

Faktanya, pakar isu Tiongkok Charles Burton pernah menyatakan bahwa jumlah diplomat PKT yang ditempatkan di Kanada mencapai 176 orang.

Eric menambahkan bahwa bukan hanya pemerintah pusat PKT, tetapi juga seluruh departemen kepolisian tingkat provinsi yang mengirim personel ke luar negeri. Jika semua pihak yang bekerja sama dengan PKT dihitung, jumlah orang yang bekerja untuk Beijing di Kanada kemungkinan melampaui seribu orang.

Di sisi lain, baru-baru ini sebuah perusahaan investasi pertambangan asal Amerika Serikat, Cove Capital, memperoleh proyek mineral strategis bernilai miliaran dolar di Asia Tengah. Proyek tersebut mencakup pengembangan tambang tungsten (wolfram) terbesar yang belum dieksploitasi di dunia, berlokasi di Kazakhstan.

Proyek ini mendapat dukungan awal dari dua lembaga pembiayaan pemerintah Amerika Serikat dengan total nilai mencapai 1,6 miliar dolar AS. Sebagai imbalannya, perusahaan tersebut akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pemerintah dan sektor komersial AS.

Langkah ini juga dipandang sebagai bagian penting dari upaya Amerika Serikat untuk memperluas pengaruh dan membentuk aliansi mineral baru, menyusul pembatasan ekspor tanah jarang oleh PKT.

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Guo Yuexi, dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warning dari SdanP: Tekanan Fiskal Bisa Bikin Peringkat RI Makin Turun
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bulog Sultra Pastikan Ketersediaan Beras dan Minyak Goreng Aman Selama Ramadan 1447 H
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
UMKM Manfaatkan Marketplace untuk Ekspor ke Singapura dan Malaysia
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Otorita IKN Catat Investasi Swasta yang masuk Awal 2026 Capai Rp 72 Triliun
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Empat Tahun Perang Rusia–Ukraina: Dua Juta Korban di Balik Perang Atrisi Ekstrem
• 21 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.