Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Kepala BGN Dadan Hindayana di Kantor BGN, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pembahasan kali ini menitikberatkan pada penyelarasan konsep dan pembagian peran antarinstansi agar program berjalan efektif.
"Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya," kata Gus Ipul, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca Juga :
Legislator Gerindra Sebut Anggaran MBG tidak Potong Hak Dasar PendidikanDalam skema baru tersebut, penyediaan makanan akan memanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN yang telah tersebar di berbagai daerah. Sementara itu, distribusi kepada penerima manfaat tetap mengandalkan mekanisme layanan sosial Kemensos.
"Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver," ujar Gus Ipul.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: Dok. Kemensos.
Sasaran program ini adalah lansia dan penyandang disabilitas yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 hingga 5. Prioritas diberikan kepada lansia rentan dan penyandang disabilitas berat yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sehingga membutuhkan dukungan gizi secara langsung.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menilai kolaborasi ini akan memperkuat efektivitas layanan. Terlebih, jaringan SPPG telah hadir di berbagai wilayah dengan cakupan yang relatif dekat dengan masyarakat.
"Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 Km," ujar Dadan.
Ia menambahkan, pembagian peran yang jelas antara penyediaan dan distribusi akan membuat pelaksanaan program lebih optimal.
"Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya,"ungkap Dadan.



