Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Alokasi tunai naik 5 persen secara tahunan Jumlah Rp44 triliun tersebut meningkat 5 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp41,9 triliun.
Kenaikan ini sejalan dengan proyeksi meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan hingga arus mudik dan Idul Fitri.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, langkah tersebut disiapkan melalui perencanaan likuiditas yang prudent dan berbasis proyeksi transaksi nasional.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Adhika dalam keterangan resminya, Kamis, 26 Februari 2026.
Rata-rata kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari.
Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan konsumsi, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Baca juga: Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri di Jakarta, Bekasi, Bogor, Banten Dukung Program SERAMBI 2026 Dalam mendukung kelancaran distribusi uang layak edar, Bank Mandiri juga berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Program ini menghadirkan layanan penukaran uang Rupiah baru dan layak edar melalui mekanisme pemesanan digital di aplikasi PINTAR BI, kas keliling, serta titik penukaran bersama perbankan di berbagai wilayah.
Sinergi antara perbankan dan otoritas moneter tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem pembayaran di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat. Siapkan Rp18 triliun untuk BI-Fast Tak hanya uang tunai, Bank Mandiri juga memperkuat kesiapan transaksi non-tunai dengan menyediakan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi antarbank pada periode 18 hingga 25 Maret 2026, dengan estimasi kebutuhan sekitar Rp2,5 triliun per hari.
Strategi tersebut menjadi bagian dari optimalisasi manajemen likuiditas dan infrastruktur digital guna menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional. Optimalkan layanan digital dan jaringan ATM Untuk memastikan layanan tetap optimal selama libur Lebaran, emiten berkode BMRI ini mengoperasikan 12.900 unit ATM/CRM dan 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia.
Nasabah juga dapat memanfaatkan super app Livin’ by Mandiri yang telah digunakan oleh 37,9 juta pengguna terdaftar. Melalui aplikasi ini, berbagai kebutuhan transaksi dapat dilakukan mulai dari cek saldo, transfer, pembayaran tagihan, top up e-money dan e-wallet, hingga pembayaran QRIS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)





