Beredar Artikel Daring: Robot Semakin Menyerupai Manusia, Sementara Rakyat Biasa Tiongkok Semakin Menyerupai Hewan Beban

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Di Gala Festival Musim Semi CCTV Partai Komunis Tiongkok (PKT), robot-robot tampil menari dan melakukan salto dalam jumlah besar. Konon, satu kursi robot di panggung Gala saja bisa bernilai ratusan juta yuan. Namun di saat yang sama, karena kondisi ekonomi memburuk, rakyat menghadapi kesulitan hidup—terutama banyak buruh migran yang bekerja keras sepanjang tahun tetapi tidak mampu mendapatkan kembali upah mereka. 

Seorang netizen Tiongkok daratan menulis artikel satir: robot makin mirip manusia, sementara manusia sungguhan makin berubah menjadi “niu ma” (sapi-kuda, istilah slang untuk pekerja yang dieksploitasi).

EtIndonesia. Pada 16 Februari, akun publik WeChat bernama Li Yuchen menerbitkan artikel berjudul “Robot Gala Sekeren Apa pun, Apa Hubungannya dengan Kami Para ‘Sapi-Kuda’?” Artikel itu menyebutkan bahwa pada malam Tahun Baru Imlek 2026, empat perusahaan robot tampil berkelompok di Gala CCTV. Jika kondisi robot di Gala dibandingkan dengan nasib orang biasa, akan terlihat kontras berikut:

Artikel tersebut menyatakan bahwa secara nasional ada lebih dari 84 juta pekerja dalam bentuk pekerjaan baru—kurir antar-makanan, kurir paket, dan pengemudi transportasi daring. Banyak di antara mereka terpapar risiko lalu lintas dan keausan fisik dalam jangka panjang. Sistem hanya peduli apakah mereka terlambat atau tidak. 

Menurut pengakuan para kurir, keterlambatan beberapa menit saja berujung potongan upah; satu keluhan pelanggan bisa memotong lebih besar. Jika terjadi kecelakaan lalu lintas, respons pertama platform adalah memastikan apakah pesanan sudah terkirim.

Artikel itu mengkritik klaim pemerintah soal penanganan “tunggakan upah”: satu slot robot Gala bernilai ratusan juta yuan, sementara tunggakan upah buruh migran—meski ada operasi khusus setiap tahun—tak pernah benar-benar terselesaikan.

Artikel tersebut mempertanyakan: setiap malam Tahun Baru Imlek, Gala menampilkan kepada Anda, “Betapa hebatnya kami”—5G, AI, komputasi kuantum, robot humanoid, teknologi inti yang diklaim mandiri dan terkendali. Tetapi, “kemajuan-kemajuan ini, apa hubungannya dengan Anda?”

Di bagian penutup, artikel menulis:  “Robot makin lincah, para pekerja makin terperangkap dalam algoritma. Teknologi makin maju, nasib orang biasa justru makin primitif. Di atas panggung, manusia dan mesin menari bersama; di bawah panggung, manusia bahkan kalah dari mesin.”

“Pada Gala 2026, robot makin mirip manusia—bisa menari, berbicara, merasakan emosi, dan dirawat dengan baik. Lalu manusia? Bisa berlari, bisa mengangkut beban; rusak tinggal diganti, tak ada yang peduli. Jadi, sebenarnya robot yang menjadi manusia, atau manusianya yang berubah menjadi ‘sapi-kuda’?” (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BSKDN Kemendagri Dorong Kebijakan Publik Berbasis Bukti
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KLH Selidiki Bantar Gebang, Bidik Berakhirnya Open Dumping di Ratusan TPA
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kapolri Soroti Bahaya Deepfake dan AI, Harap Media Jadi Penjernih Informasi
• 17 jam laludetik.com
thumb
Ada Empat Pasang Plat Nomor, Senjata Tajam, hingga Senpi Mainan di Mobil Calya Ugal-ugalan
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kepala BSKDN Minta Jateng Perkuat Inovasi Berbasis Policy Brief, Tuntut agar Kejar Daya Saing Global
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.