Polisi: Sopir Mobil Lawan Arus di Gunung Sahari Negatif Narkoba-Tak Mabuk

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Polisi terus mendalami penyebab Hafiz Mahendra (24), pengemudi mobil Toyota Calya yang nekat melawan arah hingga diamuk massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2). Polisi memastikan kondisi pelaku normal saat peristiwa tersebut.

Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan kandungan alkohol maupun zat terlarang di tubuh pelaku.

"Hasil pemeriksaan urinenya negatif. (Pelaku) tidak mabuk," kata Ojo saat dikonfirmasi, Kamis (26/2).

Ojo menjelaskan, kecurigaan petugas bermula dari cara mengemudi Hafiz yang membahayakan pengguna jalan lain. Pelaku diketahui sedang bersama teman wanitanya saat insiden kejar-kejaran itu terjadi.

"(Penyebabnya) mengemudi tidak tertib. (Pelaku) jalan bersama pacarnya, mau ke Ancol," jelas Ojo.

Terkait kondisi korban yang sempat ditabrak oleh pelaku saat berusaha melarikan diri, Ojo memastikan tidak ada luka serius.

"Kondisi korban luka ringan, motor rusak ringan," tambahnya.

Hingga saat ini, Hafiz Mahendra masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi. Petugas belum mengizinkan pemuda tersebut pulang karena masih banyak keterangan yang dibutuhkan, terutama terkait temuan benda-benda mencurigakan di dalam mobil.

"Ya, belum boleh pulang, masih pemeriksaan," tegas Ojo.

Selain aksi ugal-ugalan, polisi juga menaruh perhatian pada ditemukannya empat pasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor yang berbeda-beda di dalam mobil tersebut. Muncul dugaan apakah kendaraan tersebut merupakan hasil curian, mengingat pelaku tampak sangat panik saat dikejar petugas.

"Terkait kenapa ganti pelat nomor dan apakah mengarah ke mobil curian, masih dalam lidik," pungkasnya.

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin membeberkan bahwa hasil penggeledahan pada mobil bernomor polisi D-1640-AHB itu cukup mengejutkan. Selain pelat nomor ganda, polisi menemukan senjata tajam dan senjata api mainan.

"Ditemukan ada satu senjata api mainan dan dua senjata tajam jenis golok dan badik. Ya, itu yang kami temukan," ujar Komarudin.

Komarudin juga menjelaskan ada empat pelat tanda nomor kendaraan bermotor yang ditemukan di mobil Hafiz usai digeledah.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah mobil Calya hitam tersebut terkepung massa di tengah kemacetan.

Meski sempat dihalau petugas, pelaku tetap nekat memacu kendaraannya melawan arus sebelum akhirnya berhenti di dekat Halte Busway Golden Truly akibat amukan massa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Kondusivitas Ramadan, Wali Kota Makassar Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
• 21 menit laluharianfajar
thumb
Kecelakaan Truk Muatan Telur vs Dump Truk di Ngawi, 5 Orang Luka-luka
• 1 menit lalukumparan.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Palembang Hari Ini 26 Februari
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Vaseline Hadirkan Pameran Imersif Beauty Clinic, Lawan Kulit Tandus Saat Puasa
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Di Sejumlah Wilayah Rentan, Qurban Membantu Perluas Akses Pangan Bergizi
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.