JAKARTA, DISWAY.ID - Tangis orang tua anak buah kapal, Fandi Ramadhan pecah saat menceritakan kesaksiannya terkait kasus yang menjerat anak mereka yang dituntut hukuman mati.
Nirwana, Ibu Fandi menceritakan bahwa anaknya melamar untuk bekerja di kapal kargo yang berlayar di Thailand.
BACA JUGA:OJK Panggil PT Mandiri Tunas Finance Buntut DC Tusuk Advokat di Tangerang
BACA JUGA:Kronologi dan Motif Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kapak, Diduga Cinta Ditolak
"Anak saya melamar di kapal Thailand. Kapalnya kapal kargo ditawari, Pak. Tiba-tiba sampai ke Thailand, diinapi di hotel menunggu di sana. Anak saya bertanya, 'Kok kita enggak naik-naik, Kep?'. Bilangnya, dibilang kapten, 'Kita menunggu kapal yang ditawari sama kita, kapal kargo'," cerita Nirwana dengan suara bergetar di hadapan anggota Komisi III DPR RI, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia mengaku kaget saat anaknya dikabarkan tertangkap karena membawa narkoba. Padahal, lanjut Nirwana, di kontrak kerja yang dilamar anaknya tersebut dijelaskan bahwa kapal kargo bukan tanker.
“Kok bisa dia bawa narkoba? Kapalnya kok bisa jadi kapal tanker? Dijanjikan kapal kargo,” ucapnya.
BACA JUGA:Bengkulu Jadi Provinsi Percontohan PRKBI, Percepat Transformasi Rendah Karbon di Daerah
BACA JUGA:Polri Siapkan Skenario Jumbo Operasi Ketupat 2026
Nirwana menegaskan, berdasarkan pengakuan Fandi kepadanya, sang anak tidak mengetahui isi muatan yang belakangan disebut sebagai narkotika. Ia baru mengetahui hal tersebut setelah penangkapan terjadi.
“Setelah penangkapan barulah tahu saya itu bawa narkoba,” kata Nirwana menirukan ucapan anaknya.
Lebih lanjut, Nirwana mengatakan jika anaknya tersebut sempat merasa curiga. Fandi pun mempertanyakan muatan berupa kotak-kotak yang dimasukkan ke kapal tersebut.
"Saya tanya, 'Jadi taunya dari mana?'. (Fandi cerita) 'Setelah penangkapan, Mak, barulah tahu saya itu bawa narkoba'. (Ibu Fandi cerita) 'Jadi apa kamu enggak bertanya?'. (Fandi bilang) 'Saya tanya waktu barang itu masuk disuruh kapten kami mengangkat. Begitu saya angkat, saya sudah enggak enak. Saya bilang sama kawan, "Yah, kok ini barangnya? Tapi kita mau bawa minyak. Kalian enggak curiga?". (Teman Fandi bertanya) "Kenapa, Ndi?". (Fandi berkata) "Ini tak betul lagi. Masa kapalnya bawa ini kotak-kotak? Ini tak betul lagi. Mana tahu ini isinya bom"'. Itu anak saya bilang, Pak," jelas Nirwana.
Dalam kesempatan itu, Nirwana juga mengungkapkan adanya perintah untuk mencopot bendera kapal saat berlayar, yang kembali menimbulkan kecurigaan Fandi. Anak mereka disebut sempat mempertanyakan tindakan tersebut karena menurutnya kapal yang berlayar tidak boleh mencopot bendera.
Namun kapten meyakinkan bahwa tidak ada masalah dan bendera hanya akan diganti.
- 1
- 2
- »





