EtIndonesia. Kasus Zhang Youxia terus berkembang. Menurut laporan The Epoch Times, sumber yang dekat dengan militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengungkapkan bahwa pihak berwenang berencana mengalihkan dasar penuntutan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli ke arah “jual-beli jabatan”.
Dibandingkan dengan pernyataan resmi sebelumnya—yakni “secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer Pusat”—pendekatan ini pada dasarnya mengubah persoalan politik menjadi perkara pidana. Secara prosedural, jalur ini dinilai lebih mudah ditempuh, yang berarti pertarungan kekuasaan sesungguhnya dikemas ulang sebagai isu pemberantasan korupsi.
Sejak pengumuman resmi bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli menjalani penyelidikan, telah genap sebulan berlalu. Hingga kini, belum ada informasi publik yang berwenang untuk mengonfirmasi apakah Zhang Youxia telah ditangkap secara resmi. Namun, beragam versi kabar telah beredar di kalangan publik dan media luar negeri.
Menurut sumber tersebut, fokus penanganan tengah bergeser dari “penetapan politik” ke “jalur pidana”. Di satu sisi, keduanya dituduh selama lebih dari satu dekade memanfaatkan kekuasaan dan pengaruh pribadi untuk menjual jabatan demi keuntungan finansial, melibatkan beberapa matra militer dengan nilai uang yang sangat besar. Di sisi lain, praktik “jual-beli jabatan” itu dinaikkan menjadi isu “berkelompok/berfaksi”—sebuah masalah organisasi dan jaringan kekuasaan yang paling sensitif dalam internal PKT.
Sumber itu menambahkan, otoritas berencana menjadikan “jual-beli jabatan” sebagai tuduhan utama, alih-alih secara terbuka menekankan dakwaan “merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer Pusat”. Penanganan berlapis ini pada praktiknya memisahkan pembersihan politik dari proses yudisial.
Sebagai perbandingan, pada akhir Januari 2026, PLA Daily pernah memuat tajuk rencana yang secara terbuka menyebut Zhang Youxia dan Liu Zhenli “secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer Pusat”, serta menekankan perlunya “membersihkan akar persoalan dari sisi politik”.
Dalam konteks PKT, tuduhan “merusak sistem ketua” jelas jauh lebih berat daripada pelanggaran disiplin atau hukum biasa—ia berada pada level politik yang sangat tinggi. Kini, jika garis utama dakwaan dialihkan ke “jual-beli jabatan dan suap”, maka masalah politik itu efektif dipindahkan ke jalur antikorupsi.
Cendekiawan independen Tiongkok Huang Bin menilai bahwa praktik jual-beli jabatan bukan hal baru di dalam sistem. Membeli pangkat di militer lalu menjualnya kembali untuk membangun jaringan kepentingan bukan rahasia. Jika masalah seperti itu sudah lama ada namun baru ditangani secara terpusat pada waktu ini, katanya, jelas menunjukkan pertarungan kekuasaan. Ia juga mendengar bahwa otoritas memang cenderung menangani Zhang Youxia dari sudut korupsi. Bagi pejabat tinggi, bentuk “korupsi” yang paling utama ya jual-beli jabatan—tak banyak “komoditas” lain yang bisa dijual.
Seorang pengacara bermarga Zhang dari Guangdong berpendapat, hukum pidana Tiongkok telah lama menghapus kejahatan politik seperti “kejahatan kontra-revolusioner”. Karena itu, penanganan tokoh politik kerap memakai tuduhan non-politik seperti suap—standar pembuktiannya jelas, ruang operasinya luas, dan relatif mudah diputus. Ia mencontohkan kasus Bo Xilai, yang diputus bersalah berdasarkan dakwaan suap puluhan juta yuan.
Akademisi militer asal Xiamen Liu Quan yang memahami penelusuran balik dan jaringan relasi di militer, menambahkan bahwa Sidang Rakyat Nasional akan segera digelar.
Kasus Zhang Youxia–Liu Zhenli melibatkan jejaring luas; tidak realistis merapikan seluruh jaringan itu dalam waktu singkat. Penelusuran balik (retrospective probe) sulit didorong karena promosi berlangsung berlapis-lapis—sekali ditarik ke bawah, efeknya menyentuh banyak pihak. Pada akhirnya, penyelidikan jaringan besar bisa saja menguap, tetapi tokoh kunci tidak akan mudah dilepas. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





