Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara segera merampungkan seleksi pemenang tender proyek Waste to Energy (WtE) untuk gelombang pertama. Pada tahap pertama proyek WtE akan berjalan di empat kota yaitu Bali, Bekasi, Bogor dan Yogyakarta.
Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman mengatakan saat ini komite seleksi yang berisikan 60 tokoh tengah memastikan pemenang yang terpilih memenuhi kriteria yang ditetapkan. Menurut Fadli penentuan pemenang untuk dua kota yaitu Bekasi dan Bali diperkirakan akan ditetapkan malam ini.
“Senin nanti akan ditandatangani Pak Rosan,” ujar Fadli dalam diskusi terbatas, Kamis (26/2).
Fadli menjelaskan terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan pemenang tender. Di antara syarat yang dibutuhkan adalah pemenuhan administrasi, kemampuan dalam hal latar belakang dan memastikan kualitas rancangan dan penanganan sisi lingkungan. Danantara juga menyebut perusahaan pemenang juga harus memperlihatkan kemampuan lokal partner yang dilibatkan.
“Pemenang sesuai dengan Perpres adalah memiliki kemampuan operasional, kemampuan finansial sangat baik dan punya manajemen risiko yang baik” ujar Fadli.
Tak hanya kesanggupan peserta, Danantara menurut Fadli juga melihat apakah perusahaan peserta melibatkan mitra lokal dalam proposal. Namun menurut dia mitra lokal yang diajak tidak perlu memiliki pengalaman dalam pengelolaan sampah.
Fadli menjelaskan aspek yang diperlukan dari mitra lokal berkaitan dengan perizinan dan kemampuan dalam melakukan sosialisasi. Mitra lokal juga dibutuhkan dalam memahami budaya masyarakat setempat.
Meski begitu dia menyatakan perusahaan lokal tidak perlu memiliki pengalaman di bidang sampah. Ia mencontohkan perusahaan yang bergerak di bidang batu bara bisa saja ikut menjadi mitra karena juga mengalami pengalaman dalam instalasi termal.
“Tidak harus perusahaan yang bergerak di WTE karena sama saja,” ujar Fadli lagi.
Saat ini terdapat beberapa nama perusahaan lokal yang disebut menjadi salah satu mitra dari proyek WtE tetapi tidak memiliki pengalaman di bidang pengelolaan sampah. Salah satunya adalah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).
Fadli tidak mau berkomentar soal peluang DAAZ. Ia pun tak merinci perusahaan lokal mana saja yang akan menjadi mitra dalam proyek WtE
Daerah selanjutnya untuk Bogor dan Yogyakarta menurut Fadli kan diumumkan pada minggu kedua Maret. Fadli mengatakan untuk kedua kota ini sedikit lebih lambat karena beberapa hal teknis yang perlu difinalisasi.
Lebih jauh Fadli mengatakan secara keseluruhan dari 24 perusahaan peserta tender yang ikut hanya 9 perusahaan yang mengirimkan proposal pada gelombang pertama. Dari 9 perusahaan itu terdapat satu perusahaan yang tidak menyertakan mitra lokal sehingga tidak lolos.
Selanjutnya untuk tahap kedua untuk 9 kota berikutnya rencananya akan dimulai setelah lebaran. Sedangkan pengumuman pemenang tahap dua akan dilakukan pada pertengahan 2026.
Adapun tender untuk gelombang kedua tidak hanya akan diikuti oleh 24 perusahaan namun berpotensi diikuti oleh perusahaan lain. Danantara menurut Fadli akan membuka pendaftaran baru untuk perusahaan yang akan bergabung sehingga potensi mendapatkan perusahaan dengan berbagai pengalaman lebih terbuka.




