Indonesia–Inggris Perkuat Hubungan Ekonomi Lewat Economic Growth Partnership

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Indonesia dan Inggris menjalin kerja sama melalui Economic Growth Partnership (EGP) sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral serta memacu pertumbuhan ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan inisiatif tersebut menjadi tonggak penting dalam memperdalam kolaborasi yang lebih terstruktur, konkret, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.

“EGP merupakan instrumen kerja sama yang praktis dan berorientasi masa depan. Kemitraan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata, terukur, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam mengembangkan perdagangan dan investasi kedua negara,” ujar Roro, dikutip dari siaran persnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menambahkan, EGP mencakup berbagai sektor prioritas, antara lain perdagangan, jasa, ekonomi digital, investasi, penguatan rantai pasok; transisi hijau dan pembangunan berkelanjutan; infrastruktur, transportasi, dan transformasi energi; ekonomi digital dan inovasi; serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Roro menyebut EGP dirancang sebagai platform kolaborasi yang tidak hanya memperkuat hubungan pemerintah dengan pemerintah (government to government), tetapi juga mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, EGP diharapkan mampu menjawab tantangan global sekaligus membuka peluang baru di tengah dinamika ekonomi dunia.

Selain itu, Roro menekankan pentingnya penciptaan iklim usaha yang kondusif guna mendukung keberhasilan implementasi EGP. Ia menyoroti perlunya akses yang lebih terbuka, kepastian regulasi, prediktabilitas kebijakan, serta jaminan hukum bagi pelaku usaha. Menurutnya, investasi dan ekspansi perdagangan dapat tumbuh optimal apabila didukung oleh fondasi kebijakan yang stabil dan memberikan kepastian jangka panjang.

Tidak hanya itu, Roro turut mengungkapkan bahwa EGP merupakan momentum untuk mengoptimalkan berbagai instrumen kerja sama ekonomi yang telah berjalan antara Indonesia dan Inggris. Menurutnya, EGP dapat menjadi awal dari kerja sama ekonomi lainnya di berbagai sektor, termasuk kerja sama pengembangan ekonomi digital, penguatan promosi perdagangan dan investasi kedua negara, serta diharapkan dapat membuka kesempatan untuk pembentukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA).

Roro menambahkan, CEPA sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan nilai perdagangan kedua negara secara berkelanjutan, di tengah masih berlakunya skema Perdagangan Negara Berkembang (Developing Countries Trading Scheme/DCTS) yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia. Oleh karena itu, Roro juga mendorong pelaku usaha Indonesia untuk memaksimalkan fasilitas tarif preferensial melalui DCTS guna meningkatkan daya saing ekspor ke pasar Inggris.

Di sisi lain, melalui perundingan CEPA di masa depan diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, mendorong peningkatan kinerja perdagangan, memperkuat kepastian regulasi, serta menciptakan kerangka kerja sama yang lebih komprehensif dan berjangka panjang.

Lebih lanjut, Roro menekankan pentingnya pemanfaatan berbagai platform promosi dagang, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI) sebagai sarana yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pelaku usaha dari berbagai negara, termasuk Inggris. Menurutnya, TEI mampu menggenjot realisasi kontrak dagang yang berkelanjutan sehingga penguatan promosi melalui platform tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi EGP agar kerja sama yang terbangun tidak hanya sebatas pada tataran kebijakan, tetapi juga berlanjut pada transaksi bisnis yang konkret.

Dengan sinergi antara kebijakan lintas sektor, fasilitasi perdagangan, pengembangan infrastruktur dan digitalisasi, serta promosi dagang yang terintegrasi, EGP diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan dan investasi bilateral secara signifikan. Kolaborasi yang lebih terstruktur tersebut juga diharapkan dapat memperkuat daya saing pelaku usaha kedua negara.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potret Masjid Tepi Barat Palestina Dibakar Pemukim Israel saat Ramadan
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemensos dan BGN Matangkan MBG untuk Lansia dan Disabilitas
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengamatan Terbaru: Getaran Banjir Lahar Gunung Semeru Tercatat Hampir Empat Jam
• 8 jam lalunarasi.tv
thumb
Alasan Persib Belum Turunkan Layvin Kurzawa di Super League: Masih Rawan Cedera
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
China kritik sanksi Inggris terhadap Rusia
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.