Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), resmi meluncurkan platform kecerdasan buatan (AI) berbasis aplikasi bernama Sahabat-AI. Meutya mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak muda, untuk aktif mengunduh dan menggunakan aplikasi buatan lokal tersebut.
Menurut Meutya, secanggih apa pun teknologi di balik sebuah AI, kecerdasannya sangat bergantung pada data dan interaksi dari penggunanya.
"Nggak bisa Indosat-nya, sepintar apa pun Jensen (Founder & CEO NVIDIA Jensen Huang), dia nggak bisa buat platform ini pintar kalau teman-teman tidak mengisinya dan menggunakannya dengan skala yang cukup besar," ujar Meutya dalam sambutannya di acara peluncuran Sahabat-AI yang berlokasi di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Rabu (25/2).
Kehadiran Sahabat-AI menjadi wujud Sovereign AI (AI Berdaulat). Platform berbasis teknologi Large Language Model (LLM) dengan 70 miliar parameter ini didukung infrastruktur GPU NVIDIA kelas dunia.
Namun, yang membedakannya adalah "roh" dari AI tersebut. Sahabat-AI dibangun dengan nilai-nilai, budaya, dan bahasa lokal, termasuk kemampuannya memahami bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Batak, dan Bali.
"AI yang berdaulat tentu kita harapkan mencerminkan orang-orang Indonesia, budaya Indonesia, kebiasaan masyarakat Indonesia yang majemuk. Yang kita harapkan muncul dari Sahabat-AI adalah etika-etika yang memang ke-Indonesia-an," kata politikus Partai Golkar tersebut.
Meutya Hafid sempat menyinggung bagaimana pemerintah tegas memblokir salah satu perusahaan AI global di Indonesia lantaran dinilai bertentangan dengan aturan hukum dan etika. Hal inilah yang ingin dihindari melalui Sahabat-AI, di mana sistemnya telah dilengkapi guardrails berlapis yang selaras dengan norma dan etika di Tanah Air.
Dari pasar menjadi kreator digitalDalam pidatonya, Meutya juga memaparkan data bahwa tingkat keterhubungan digital di Indonesia telah mencapai 80,66%. Artinya, hampir 230 juta dari 278 juta penduduk Indonesia kini sudah terhubung ke ruang digital. Angka ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
"Yang perlu kita pastikan adalah kalau saat ini memang kita disebutnya one of the biggest digital market saja, ke depan kita tidak ingin hanya dibilang pasar, tapi kita juga ingin menjadi one of the biggest digital creator in the world," ucapnya.
Untuk mendukung arah tersebut, pemerintah telah menerbitkan Perpres AI yang memuat etika, tanggung jawab, dan 10 sektor prioritas pengembangan AI di Indonesia. Sektor tersebut mencakup ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
Adapun guna mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, Meutya menyebutkan tiga pilar utama dalam transformasi digital: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Pemerintah akan terus mendorong konektivitas hingga 100%, memanfaatkannya untuk pertumbuhan dan produktivitas, serta memastikannya tetap terjaga lewat kedaulatan data.
"Kita memiliki kedaulatan, kita tidak didikte dalam pengembangan teknologi AI di masa depan. Pilar tiga ini terasa sekali dalam kehadiran Sahabat-AI. Apresiasi tidak habis-habis kepada Indosat atas kontribusi nyata membangun ekosistem AI di Tanah Air," pungkasnya.
Sahabat-AI sendiri dirancang memiliki kemampuan multi-model dan multi-modal, memungkinkan pengguna beralih mulus dari teks ke gambar (text-to-image), teks ke video, hingga bantuan coding. Saat ini, aplikasi Sahabat-AI dengan julukan "Si Paling Indonesia" sudah dapat diunduh oleh masyarakat luas melalui platform Android maupun iOS.





