Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Aktivis senior Zulkifli S Ekomei mengkritik respons reaktif pemerintah terhadap kritik BEM UGM.
  • Pemerintah seharusnya mengundang Tiyo untuk berdialog daripada menyerang balik soal etika dan diksi.
  • Zulkifli mendesak elite pemerintah menggunakan kritik tersebut sebagai cermin introspeksi dan evaluasi diri.

Suara.com - Sikap reaktif dari lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons kritik tajam dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mendapat sorotan dari aktivis senior, Dokter Zulkifli S Ekomei. Ia menilai pemerintah seharusnya mengedepankan ruang dialog dan introspeksi diri, bukan justru sibuk menyerang balik pemuda tersebut terkait urusan etika.

Zulkifli menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai defensif. Menurutnya, jika Tiyo menyuarakan temuan atau kejanggalan di lapangan terkait program negara, langkah paling bijak bagi penguasa adalah mengundangnya ke meja perundingan.

"Itu yang saya kritisi, justru harusnya (Tiyo) diundang, diajak bicara, berdialog. Itulah konsep bangsa kita, bermusyawarah untuk menyampaikan mufakat," tegas Zulkifli dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Kamis (26/2/2026).

Lebih lanjut, Zulkifli juga merespons teguran dari pihak Istana yang mempermasalahkan adab dan etika Tiyo. Diketahui, Istana menyoroti penggunaan diksi "rezim yang bodoh dan inkompeten" yang dilontarkan oleh pemuda tersebut. Alih-alih menyalahkan bahasa sang pemuda, Zulkifli justru meminta para elite pemerintahan untuk menjadikan kritik tersebut sebagai cermin untuk evaluasi diri.

"Kalau saya dituduh bodoh, saya introspeksi. Apa benar saya bodoh? Kan begitu. Harus introspeksi. Sudahlah, jangan terlalu diserang ikut menyerang. Kita introspeksi, salah kita banyak kok," ungkapnya.

Secara terbuka dan ksatria, Zulkifli bahkan menyebut bahwa kaum tua saat ini adalah generasi yang gagal. Oleh karena itu, ia mengimbau para senior untuk merangkul kaum muda yang berani bersuara kritis, bukan malah memusuhinya.

"Saya kan selalu ngomong, generasi saya generasi gagal loh. Yang merusak republik ini generasi saya. Nah, sekarang ketika ada anak muda yang mengkritisi generasi saya, ya kita rangkul untuk kita ajak bicara," tambahnya.

Zulkifli berpandangan bahwa karut-marut persoalan bangsa saat ini berakar dari kesalahan sistemik di masa lalu yang mungkin tidak sepenuhnya dipahami oleh Generasi Z seperti Tiyo. Ia menyebut amandemen dasar negara hingga sistem pemilu sebagai salah satu penyebab utamanya.

"Saya yakin mereka (anak muda) nggak tahu bahwa penyebab ini semua itu ketika kita mengkhianati para pendiri negara. Ketika Pancasila dan UUD 45 diganti sehingga kita jadi seperti ini, pemilihan langsung yang membuat bangsa kita terpecah," paparnya.

Baca Juga: Pemerintah: Tarif Trump ke Produk RI Masih Berpeluang Direvisi

Sebab itu, Zulkifli mendorong para tokoh senior untuk mengambil peran membimbing kaum muda dengan cara memberikan pemahaman historis yang benar, sekaligus tetap menghargai keberanian mereka dalam menyuarakan kebenaran.

"Kita ajak bicara nih, kita kasih masukan. 'Ini loh, adik-adikku, persoalan sebenarnya terjadi'. Saya salut kalian mau menyampaikan kebenaran itu dulu. Jujur menyampaikan kebenaran itu sudah saya hargai," ujarnya.

Reporter: Tsabita Aulia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konsul Jenderal Jepang Sebut Bali Jadi Opsi Utama Study Tour Pelajar dan Peluang Strategis Pariwisata
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Kebakaran Hebat Pabrik Briket Arang Ekspor di Cirebon, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Pemerintah: 714 Anak Perkawinan Campuran Ajukan Permohonan Jadi WNI
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Piala AFF Futsal Wanita: Sempat Unggul, Indonesia Ditahan Malaysia 4-4
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Atalanta vs Dortmund: Comeback, Atalanta Lolos ke 16 Besar
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.