Mengejar Adzan Maghrib di Tengah Himpitan Gerbong Kereta

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jarum jam baru menunjuk pukul 15.30 WIB. Namun, suasana pada Selasa (24/2/2026) di Stasiun Tanah Abang sudah sesak, padat, sumpek, selayaknya jam pulang kantor pukul 18.00 WIB. Kali ini, lautan manusia bergerak lebih cepat, berpacu dengan waktu yang seolah berjalan dua kali lebih singkat.

Di bulan Ramadhan, ritme Jakarta bergeser. Penyesuaian jam kerja membuat jam sibuk transportasi publik maju lebih awal. Alih-alih menunggu senja, sore berubah menjadi seperti arena lomba untuk tiba di rumah sebelum adzan Maghrib berkumandang.

Sore itu, misalnya, arus penumpang sudah padat sejak pintu masuk Stasiun Tanah Abang. Dua akses gate, bangunan lama dan bangunan baru, sama-sama dijejali warga.

Langkah mereka tergesa-gesa. Kepadatan makin terasa saat arus mengerucut menuju eskalator yang mengarah ke Peron 5-6, jalur menuju Rangkasbitung.

Keruwetan itu diperparah kondisi stasiun yang masih dalam tahap renovasi dan perluasan. Akses turun ke peron 5-6 untuk sementara hanya melalui satu jalur. Tangga darurat belum dapat difungsikan. Akibatnya, pergerakan penumpang menumpuk di satu titik.

Di titik inilah berbagai latar belakang melebur. Pekerja kantoran berwajah lelah, yang masih mengalungkan lanyard perusahaan, “dusel-duselan” dengan ibu-ibu yang menenteng kresek raksasa berisi tumpukan baju Lebaran hasil buruan dari Pasar Tanah Abang.

Di sela-sela himpitan tersebut, ada pula para pedagang yang berjuang menahan beban karung barang dagangan. Semua agar tidak menimpa penumpang lain.

Di tengah lautan manusia itu, Isna (28) berusaha menjaga keseimbangan. Karyawati swasta tersebut sigap menjaga tas laptopnya agar tak terhimpit karung belanjaan di sebelahnya.

Baca JugaStasiun dan Bandara Mulai Didominasi oleh Perjalanan Mudik

Setelah berhasil masuk ke dalam gerbong, ia hanya bisa berdiri di ujung pintu. Mendapat ruang untuk berdiri tegak dan satu tangan bisa berpegangan pada pegangan atas saja sudah terasa sebagai keberuntungan bagi Isna.

”Biasanya jam segini masih meeting atau di depan laptop. Tapi kalau bulan puasa, jam tiga sore sudah beres-beres. Kalau telat sedikit saja masuk peron, bisa-bisa buka puasa di dalam gerbong,” ujar Isna, Selasa (24/2/2026).

Menurut Isna, peron tujuan Rangkasbitung memang kerap menjadi titik paling “horor” setiap sore. Apalagi di bulan puasa, ketika hampir semua orang ingin tiba lebih cepat di rumah.

Isna sendiri masih harus melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Jurangmangu, empat stasiun lagi dari titik keberangkatan. ”Tiap sore jalur ke arah Rangkasbitung memang paling ramai, apalagi pas puasa begini. Semua mau pulang cepat,” katanya.

Baca JugaKRL Berubah Pola Operasi, Transjakarta Tambah Armada di Stasiun Manggarai

Penumpang lain, Fahrul (37), mengaku sudah terbiasa berdesakan, baik saat Ramadan maupun hari biasa. Namun, ia menyayangkan waktu tunggu kereta yang terkadang terlalu lama di tengah kondisi gerbong yang sudah penuh.

”Sudah penuh banget, tapi keretanya belum jalan juga. Biasanya menunggu sampai 15 menit,” ujarnya.

Ia berharap, frekuensi perjalanan bisa lebih rapat, setidaknya setiap lima menit sekali, agar kepadatan tidak menumpuk terlalu lama di dalam kereta maupun di peron. Terlebih, masih banyak penumpang yang tetap memaksakan diri masuk meski kondisi sudah sesak.

Pergeseran pola

KAI Commuter mencatat adanya pergeseran pola kepadatan pengguna Commuter Line Jabodetabek pada jam sibuk selama Ramadhan. Pengguna Commuter Line cenderung melakukan perjalanan lebih awal di pagi hari dan pulang lebih cepat menjelang sore.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, kepadatan penumpang pada pagi hari selama Ramadhan mulai meningkat sejak pukul 05.00 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 06.00–07.00 WIB.

”Persebaran pengguna tersebut berbeda dengan periode sebelum Ramadan yang biasanya mulai meningkat pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB,” ujar Karina, Kamis (26/2/2026).

Perubahan serupa terjadi pada jam sibuk sore. Lonjakan penumpang sudah terlihat sejak pukul 15.00-18.00 WIB. Arus perjalanan kembali meningkat mulai pukul 19.00 WIB, seiring mobilitas masyarakat usai berbuka puasa.

Dari sisi stasiun keberangkatan, beberapa titik mencatat kenaikan signifikan. Stasiun Rangkasbitung mengalami lonjakan 28 persen atau sekitar 1.500–1.600 pengguna mulai pukul 04.00 WIB.

Sementara itu, Stasiun Bekasi mencatat peningkatan 50–64 persen pada pukul 05.00–06.00 WIB, setara tambahan 5.000–8.000 penumpang.

Meski total volume harian selama Ramadhan relatif stabil di angka lebih dari satu juta pengguna, distribusi kepadatan menjadi lebih terkonsentrasi pada jam-jam tertentu, lebih pagi dari biasanya dan lebih awal menjelang waktu berbuka.

Untuk menjaga layanan tetap optimal, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja.

Selama Ramadhan, pengguna juga diperbolehkan berbuka puasa di dalam kereta dengan makanan dan minuman ringan secukupnya. Namun, pengguna diimbau tidak berlebihan serta menghindari makanan atau minuman beraroma menyengat demi kenyamanan bersama.

KAI Commuter juga menyediakan fasilitas water station atau dispenser air minum gratis di sejumlah stasiun. Pengguna dapat memanfaatkannya dengan membawa botol minum sendiri.

”Seluruh pengguna diimbau untuk selalu menghormati pengguna lainnya dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama saat berbuka puasa di dalam kereta,” tutur Karina.

Selamat berbuka puasa bagi para pekerja. Semoga berkah di bulan Ramadhan bersama kita semua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dana Abadi LPDP Tembus Rp 180 T, Penerima Beasiswa Capai 58.444 Orang
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tantangan John Herdman Tentukan Formasi yang Pas untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
• 14 jam lalubola.com
thumb
Jadwal Lengkap KA Batara Kresna 2026 Rute Solo Wonogiri Cuma Rp 4.000
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
BPJS PBI Nonaktif, Mensos Minta RS Tetap Layani Pasien: Soal Pembayaran Bisa Dibahas
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Wajib Tahu! Ini 8 Golongan Penerima Zakat Menurut Al-Quran
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.