Pelestarian jejak peradaban Islam, Kemenbud pugar Masjid Padang Betuah

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Bengkulu (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meresmikan pemugaran cagar budaya Masjid Padang Betuah di Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai upaya memperkuat pelestarian jejak peradaban Islam.

"Kita memang harus menghargai jejak perjalanan para pendahulu. Saat ini kita melakukan akselerasi dalam perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya," kata Mebubd Fadli Zon di Bengkulu Tengah, Kamis.

Masjid Padang Betuah yang berdiri sejak abad ke-19 menjadi salah satu bukti sejarah perkembangan Islam dan arsitektur tradisional di Provinsi Bengkulu.

Keberadaannya menandai proses penyebaran agama Islam di wilayah pesisir Pulau Sumatera, sekaligus menjadi ruang ibadah yang tumbuh bersama dinamika sosial masyarakat setempat.

Baca juga: Fadli Zon usulkan sekolah kejuruan pemugaran cagar budaya

Menbud Fadli Zon menambahkan cerita dan sejarah memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kolektif bangsa terhadap identitas budaya.

“Cerita atau sejarah adalah bagian yang sangat penting, karena dari situlah kita dapat melakukan refleksi, literasi, dan edukasi,” kata Menbud.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyatakan pelestarian cagar budaya bukan hanya soal menjaga fisik bangunan, tetapi juga merawat nilai dan identitas yang melekat didalamnya.

"Menjaga kelestarian cagar budaya ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya menjaga bangunannya, tetapi juga terus merawat serta memperkuat identitas kebudayaan, menanamkan kebanggaan pada generasi selanjutnya sebagai nilai sejarah dan budaya,” ucap Herwan Antoni.

Baca juga: Menbud: Kebudayaan fondasi jangka panjang naikkan kesejahteraan rakyat

Masjid Padang Betuah telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bengkulu Tengah Nomor 420-424 Tahun 2024. Penetapan tersebut menjadi dasar hukum dalam upaya perlindungan dan pemugaran agar keaslian bentuk serta nilai sejarahnya tetap terjaga.

Peresmian pemugaran ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dihadiri unsur pemerintah daerah serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, edukasi, dan penguatan identitas budaya masyarakat Bengkulu Tengah.

Warga setempat Dahlini mengenang kondisi awal bangunan masjid yang masih sederhana sebelum dilakukan perbaikan secara bertahap oleh masyarakat.

"Dulu masjid ini berdinding bidai atau bilah bambu. Karena rapuh, kami bergotong royong mengangkut pasir pantai untuk pondasi dan dinding bangunan," ujar Dahlini.

Baca juga: Menbud dorong Rumah Pengasingan Bung Karno jadi sarana rekreasi budaya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AI Masuk Dunia Medis, Deteksi Kanker Jadi Lebih Cepat
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Momen 3 Mahasiswa Dikembalikan ke Kampus Usai Diamankan Demo Ricuh Polda DIY
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bonus Isi Daya Mobil Listrik Rp10 Ribu, Promo SPKLU Pertamina hingga Maret 2026
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
MasyaAllah! Detik-Detik Pemain Muslim Berbuka Puasa di Tengah Pertandingan Liga Belanda Viral, Warganet Dunia Bereaksi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Polres Depok Gandeng Ormas Jaga Ketertiban, Ajak Patroli Rumsong saat Lebaran
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.