Mendag: Kopdes Merah Putih Bisa Kolaborasi dengan Ritel Modern

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih memiliki peluang besar untuk berkolaborasi dengan jaringan minimarket, ritel modern, maupun distributor sebagai pemasok produk. Pernyataan tersebut merespons potensi penyetopan ekspansi gerai ritel modern di desa ketika Kopdes Merah Putih mulai beroperasi.

Usai peluncuran Trade Expo Indonesia di Jakarta, Kamis (26/2/2026), Budi mengatakan tujuan Kopdes Merah Putih adalah memberdayakan ekonomi lokal dengan menghadirkan distribusi yang lebih dekat kepada konsumen di desa.

Baca Juga
  • DMI Tekankan Pentingnya Basis Data Masjid untuk Tingkatkan Nilai Sosial
  • KNEKS Dorong KDKMP Depok Jadi Model Entitas Syariah Perkotaan Mandiri
  • Cara Danilla Riyadi Jaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Oleh karena itu, pola kerja sama dengan distributor maupun ritel modern dan minimarket, menurutnya, bukan sesuatu yang baru karena toko kelontong selama ini juga banyak disuplai oleh ritel modern dan distributor.

“Ini kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket, dengan distributor, untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa,” kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Budi menegaskan Kopdes Merah Putih memiliki keunggulan dibanding minimarket biasa.

Selain berfungsi sebagai minimarket dengan variasi produk lebih beragam, koperasi ini juga menjual kebutuhan pertanian seperti pupuk dan obat-obatan, serta dapat berperan sebagai apotek, klinik, hingga eksportir produk unggulan desa.

Ia menambahkan sesuai peraturan, perizinan ritel modern berada di bawah kewenangan pemerintah daerah melalui rencana tata ruang wilayah (RTRW).

“Jadi saya pikir pemerintah daerah akan bijak di dalam mengembangkan koperasinya untuk kemakmuran desa tersebut karena koperasi desa kan milik desa,” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono juga mendukung Kopdes Merah Putih bermitra dengan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memperkuat peran UMKM sekaligus menjaga keseimbangan kebutuhan konsumen.

Ferry menegaskan keberadaan ritel modern tidak harus dipandang sebagai ancaman, melainkan mitra strategis bagi koperasi.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Casemiro Dikabarkan Siap Menuju AC Milan Demi Reuni dengan Luka Modric
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DPR Tegur JPU Kasus Fandi, Singgung Gaji Hakim Naik 280%
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ide Hampers Lebaran 2026 yang Unik dan Modern, Bisa Jadi Peluang Bisnis
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Sewa Kantor Fleksibel Jadi Alternatif bagi Pelaku Usaha di Yogyakarta
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kebakaran Hebat di Lapak Barang Bekas Tangerang, Pemadaman Masih Berlangsung
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.