Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan jaminan bahwa ketersediaan seluruh komoditas pangan pokok nasional dalam kondisi aman hingga pasca-Lebaran 2026. Kepastian stok ini diikuti dengan penguatan pengawasan harga melalui Satgas Saber Pelanggaran Harga Pangan yang telah beroperasi secara intensif di ribuan titik pantau selama satu bulan terakhir.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per Februari 2026, stok beras nasional tercatat melimpah mencapai 47,21 juta ton, sementara jagung tersedia 22,05 juta ton. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa data neraca menunjukkan kondisi yang sangat stabil untuk menghadapi lonjakan permintaan hari raya.
“Secara ketersediaan, Badan Pangan Nasional meyakini bahwa ketersediaan sangat cukup. Kalau melihat dari neraca kita sampai mencapai setelah Lebaran pun sangat-sangat aman.” ucap Ketut di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Selain beras, komoditas strategis lain seperti daging ayam sebanyak 5,72 juta ton dan telur ayam 7,42 juta ton juga dipastikan berada pada status aman tersedia.
Pemerintah juga melakukan intervensi pasar secara agresif untuk mengendalikan lonjakan harga pada komoditas tertentu, seperti cabai rawit merah. Skema Fasilitasi Distribusi Pangan telah menyalurkan 10,9 ton cabai ke Pasar Induk Kramat Jati, yang berhasil menekan harga dari level tinggi menjadi Rp70.000 per kilogram.
“Satgas turun itu melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaku usaha yang menaikkan harga dan mencoba berspekulasi sehingga menyebabkan harga di tingkat konsumen tinggi.” ujarnya. Hingga kini, Satgas telah memeriksa 1.329 titik yang mencakup pedagang ritel, grosir, hingga tingkat produsen untuk mencegah praktik spekulasi.
Langkah stabilisasi lainnya dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah digelar sebanyak 1.452 kali di 32 provinsi sepanjang Februari ini. Program ini menyediakan komoditas seperti daging ayam ras dengan harga Rp40.000 per kilogram, sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Pemerintah Siaga Jaga Harga Pangan Saat Ramadan, Mendag Sebut Cabai Melejit Gegara Ini!
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong yang justru dapat memicu ketidakstabilan harga di pasar. Pengawasan ketat akan terus berlangsung hingga periode Idulfitri guna memastikan distribusi pangan tetap lancar dan terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.
“Jangan membeli terlalu banyak, jangan panik buying. Belanjalah sewajarnya, konsumsilah sewajarnya.” tutup Ketut memberikan pesan kepada konsumen. Dengan koordinasi bersama kementerian lain dan para petani binaan, Bapanas optimistis harga pangan akan segera terkoreksi dalam beberapa hari mendatang.





