Puasa Kedelapan: Bismillah, Kalimat Kecil yang Mengubah Arah Hidup

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Memasuki puasa kedelapan ramadan, kita mulai menyadari bahwa kekuatan spiritual sering kali tersembunyi dalam hal-hal sederhana. Salah satunya adalah kalimat yang paling sering kita ucapkan, tetapi mungkin paling jarang kita hayati: Bismillahirrahmanirrahim.

Kedahsyatan Bismillah menggambarkan keberkahan dalam aktivitas harian dari membuka pintu hingga memulai pekerjaan. Namun pertanyaannya bukan sekadar “apa manfaatnya?”, melainkan: apa makna terdalamnya?

Bismillah sebagai Fondasi Kesadaran

Al-Qur’an diawali dengan kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Bahkan dalam QS. An-Naml ayat 30, surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Bilqis pun dibuka dengan kalimat yang sama. Para mufasir menjelaskan bahwa basmalah bukan sekadar pembuka, tetapi deklarasi orientasi: segala sesuatu dimulai dengan kesadaran akan kehadiran Allah.

Imam Al-Qurthubi menafsirkan bahwa menyebut nama Allah sebelum beraktivitas adalah bentuk pengakuan bahwa manusia tidak memiliki daya tanpa pertolongan-Nya. Kalimat itu menata niat, mengarahkan tujuan, dan membatasi ego.

Puasa, pada hakikatnya, juga dimulai dari niat. Dan niat adalah bentuk internal dari “Bismillah”.

Keberkahan dalam Aktivitas Sehari-hari

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah, maka ia terputus dari keberkahan.” (HR. Abu Dawud).

Hadis ini menunjukkan bahwa keberkahan bukan soal besar-kecilnya aktivitas, melainkan kesadaran saat memulainya. Memasak, bekerja, belajar, bahkan menutup pintu semuanya menjadi bernilai ibadah ketika diawali dengan menyebut nama Allah.

Satirnya, kita sering mengucap Bismillah secara otomatis, tetapi hati kita masih sibuk dengan ambisi duniawi. Padahal makna terdalamnya adalah menyerahkan hasil kepada Allah setelah usaha maksimal dilakukan.

Bismillah dan Perlindungan Spiritual

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa ketika seseorang masuk rumah lalu menyebut nama Allah, setan berkata kepada kaumnya, “Tidak ada tempat bermalam bagi kalian.” Ketika ia makan dan menyebut nama Allah, setan berkata, “Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.”

Tafsir para ulama menjelaskan bahwa menyebut nama Allah bukan sekadar ritual verbal, tetapi bentuk perlindungan spiritual. Ia membangun kesadaran bahwa kehidupan tidak berjalan sendirian; ada penjagaan Ilahi yang menyertai.

Puasa menguatkan dimensi ini. Saat lapar dan dahaga melatih kesabaran, Bismillah melatih ketergantungan kepada Allah.

Mengubah Arah Hati Infografik juga menyebut perubahan hati melalui pertobatan. Dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 disebutkan, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Basmalah adalah bentuk zikir paling sederhana pendek, tetapi sarat makna.

Ketika seseorang membiasakan diri memulai aktivitas dengan Bismillah, ia sedang membangun pola kesadaran. Psikologi modern menyebutnya sebagai mindful cue isyarat mental yang mengarahkan fokus. Islam telah menanamkannya sejak awal.

Puasa kedelapan menjadi momen evaluasi: sudahkah Bismillah kita sekadar ucapan, atau telah menjadi kesadaran?

Dari Kalimat ke Karakter

Bismillah berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Dua sifat utama yang disebut adalah rahmat. Artinya, setiap aktivitas yang diawali dengan basmalah seharusnya mencerminkan kasih dan kebaikan.

Jika seseorang mengucap Bismillah sebelum marah, sebelum menipu, atau sebelum berbuat curang, ada kontradiksi nilai. Kalimat itu mengingatkan bahwa tindakan kita harus selaras dengan sifat rahmat Allah.

Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi membentuk karakter. Dan karakter terbentuk dari kebiasaan kecil yang diulang dengan kesadaran.

Kalimat Kecil, Dampak Besar

Puasa kedelapan mengajarkan bahwa transformasi spiritual tidak selalu dimulai dari amalan besar. Ia bisa dimulai dari satu kalimat.

Bismillah bukan mantra keberuntungan. Ia adalah pernyataan ketergantungan, penyerahan, dan kesadaran. Ketika diucapkan dengan hati, ia mengubah arah aktivitas dari sekadar rutinitas menjadi ibadah.

Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, kekuatan terbesar bukan pada kata-kata panjang, melainkan pada satu kalimat yang diucapkan dengan penuh makna: Bismillah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awas! Dapur MBG Pakai Mobil Operasional Buat Belanja ke Pasar Bisa Disuspend
• 21 jam laludetik.com
thumb
Merendah Meski Difavoritkan Juara, Marco Bezzecchi Sebut Dua Nama Pembalap yang Diwaspadai di MotoGP 2026
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Spesifikasi Mobil Dinas Baru Gubernur Kaltim Senilai Rp 8,5 Miliar, Ini Modelnya
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Salurkan Kredit Rp1.521 T, Tumbuh Double Digit Sepanjang 2025
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Saat Dirut LPDP Minta Maaf hingga Ingatkan Penerima Beasiswa soal Uang Pajak
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.