Kontroversi mengenai alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, yang mengunggah kalimat 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', membuat Direktur Utama LPDP, Sudarto, minta maaf.
Unggahan tersebut memicu reaksi keras warganet karena dianggap merendahkan identitas kewarganegaraan. Sudarto menilai polemik itu harus menjadi refleksi bagi seluruh penerima beasiswa agar menjaga sikap, etika, dan menjunjung nilai moral, serta kebangsaan.
“Kami atas nama LPDP dan juga seluruh alumni yang mewakili dari mantan awardee mengucapkan permohonan maaf atas yang seharusnya tidak perlu polemik tersebut. Dan kita sangat menyesalkan karena hal yang tidak baik sehingga timbul diskusi di antara kita yang seharusnya bisa kita hindari,” ujar Sudarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, pada Rabu (25/2).
Sudarto yakin sebagian besar alumni LPDP telah berkontribusi di beragam sektor dan daerah di Indonesia, mulai dari mengajar sebagai guru di wilayah terpencil, menjadi dosen di perguruan tinggi, bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara, berwirausaha, hingga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Jadi mari kita jaga kepercayaan tersebut. Mari kita buktikan teman-teman alumni dan kita semuanya bahwa memang harapan masyarakat dengan membentuk dana abadi pendidikan ini ini adalah investasi jangka panjang Indonesia menuju Indonesia emas memang berdampak,” kata Sudarto.
Ingatkan Dana Beasiswa LPDP dari PajakSudarto menekankan LPDP beroperasi berlandaskan kepercayaan publik. Ia mengingatkan baik seluruh penerima maupun alumni beasiswa kalau pendidikan yang mereka jalani dibiayai dari dana masyarakat yang bersumber dari pajak.
"Ada jargon sekarang (untuk) LPDP ya. Saya mengingatkan teman-teman: 'Lu Pakai Duit Pajak'. Jangan lupa ya. 'Lu Pakai Duit Pajak'. Ingat itu. Ya. 'Lu Pakai Duit Pajak'," tutur Sudarto.
Sudarto menegaskan keberlangsungan LPDP sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan publik. Ia menjelaskan Dana Abadi Pendidikan yang dikelola lembaga tersebut dirancang sebagai instrumen investasi jangka panjang untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sudarto berharap para alumni mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara sebagai wujud tanggung jawab moral atas beasiswa yang telah mereka peroleh, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Abadi Pendidikan.




