SURAKARTA, DISWAY.ID-- Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dalam pengawasan ketat. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mencium adanya praktik curang berupa mark up atau penggelembungan harga bahan baku pangan oleh oknum Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Peringatan keras ini disampaikan Nanik di depan 933 pengelola dapur MBG se-Solo Raya (Surakarta, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar) dalam Rapat Koordinasi di Solo, Selasa malam (24/2).
Mantan jurnalis senior ini menegaskan agar Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, hingga Pengawas Gizi tidak menjadi "boneka" mitra yang ingin mengeruk keuntungan pribadi.
BACA JUGA:SPPG Tidak Boleh Monopoli Pemasok Bahan Pangan MBG
"Jangan pernah mau berkompromi dengan Mitra SPPG yang memark up harga, apalagi kualitas bahannya buruk. Kalau BPK menemukan harga di atas HET, Kepala SPPG yang harus berhadapan dengan hukum, sementara Mitra bisa ongkang-ongkang kaki," tegas Nanik dengan nada tinggi.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah Kepala SPPG melaporkan adanya tekanan dari Mitra untuk menerima bahan baku berkualitas rendah dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menanggapi hal itu, Nanik menginstruksikan Koordinator Wilayah untuk menyisir seluruh dapur di Solo Raya.
BGN menetapkan aturan main baru untuk memutus rantai monopoli dengan aturan setiap SPPG minimal harus menggandeng 15 pemasok lokal.
Selanjutnya, pemberdayaan lokal. Prioritas diberikan kepada kelompok tani, peternak, nelayan, dan UMKM sekitar sesuai Perpres Nomor 115 Tahun 2025.
BACA JUGA:Isu Dana Zakat Dicaplok untuk MBG, SPPG Bantah: Anggaran Full dari Negara
Selain itu, anti-koperasi "Siluman". Koperasi pemasok harus murni milik rakyat, bukan bentukan mitra untuk mengakali regulasi.
"Jika ada Mitra yang hanya menyediakan satu atau dua supplier saja dan terbukti melakukan mark up, langsung saya suspend!" ujar Ketua Harian Tim Koordinasi 17 K/L tersebut.
Selain masalah anggaran, BGN menyoroti penyalahgunaan fasilitas negara. Nanik melarang keras penggunaan mobil operasional SPPG untuk aktivitas belanja ke pasar.
Mobil tersebut didesain khusus hanya untuk distribusi makanan ke sekolah dan Posyandu.
"Mobil itu untuk distribusi, kebersihannya harus dijaga ketat. Kalau dipakai belanja ke pasar, higienitasnya hilang. Jika masih ada yang nekat, saya suspend juga!" tuturnya.
- 1
- 2
- »





