Bertemu Gubernur Bali, Dubes AS Soroti Kejahatan Scam di Asia Tenggara

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR – Duta Besar Amerika Serikat menyoroti maraknya tindak kejahatan atau scam di Asia Tenggara yang merugikan korban hingga miliaran dolar. 

Saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster, Duta Besar Amerika Serikat Peter Mark Haymond menjelaskan mayoritas warga Amerika yang berkunjung ke Bali merupakan wisatawan yang patuh hukum dan berkualitas. 

Akan tetapi, menurut Mark, saat ini ada tantangan global berupa kejahatan penipuan (scam) yang kini marak terjadi di berbagai negara Asia Tenggara. 

"Sejumlah negara seperti Thailand, Laos, Myanmar, dan Kamboja yang menjadi pusat penipuan lintas negara, dengan dampak kerugian besar, termasuk bagi warga Amerika yang pada tahun lalu mengalami kerugian hingga US$10 miliar akibat scam," jelas Mark dikutip dari keterangan pers, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, Indonesia juga menghadapi ancaman serupa, termasuk kasus pusat penipuan yang menyasar negara berbahasa Indonesia. Karena itu, Pemerintah Amerika Serikat terus memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk memberantas kejahatan tersebut, terutama di kawasan destinasi wisata.

Haymond juga menyampaikan rencana pembukaan kantor konsulat Amerika Serikat di Bali guna meningkatkan pelayanan bagi warga negara Amerika yang berada di Pulau Dewata. 

Baca Juga

  • Komdigi Minta Semua Operator Seluler Punya Fitur Antispam dan Antiscam
  • Indosat Temukan 2 Miliar Spam dan Scam dengan Fitur Antispam dan Antiscam
  • Kerugian Akibat Scam di NTB Mencapai Rp46 Miliar

Ada sekitar 270.000 warga Amerika Serikat tercatat berkunjung ke Bali tahun lalu, dan 80% wisatawan Amerika yang datang ke Indonesia memilih Bali sebagai destinasi utama. Untuk itu, pihaknya juga merekrut personel tambahan guna membantu pelayanan, termasuk penanganan kasus darurat seperti kecelakaan yang melibatkan warganya.

Sementara itu, Koster menjelaskan kunjungan wisatawan Amerika Serikat ke Bali terus meningkat, pada 2025 menempati peringkat ketujuh terbanyak, tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Amerika Serikat. 

“Sebagai Gubernur, saya berkepentingan menjaga hubungan baik ini demi kepentingan rakyat Bali,” jelas Koster.

Koster memaparkan bahwa Bali merupakan pulau kecil dengan luas hanya sekitar 0,1% dari wilayah Indonesia dan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa atau 1,6% dari total penduduk nasional. 

Meski kecil, Bali dianugerahi kebudayaan unik yang tumbuh kuat di 1.500 desa adat. Tradisi, kearifan lokal, dan ritual keagamaan yang hidup di tengah masyarakat menjadi daya tarik utama yang menjadikan Bali sebagai destinasi wisata dunia. Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,1 juta orang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ibu Bantah Pilih Kasih dalam Kasus Adik Bunuh Kakak di Kelapa Gading
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Piala AFF Futsal Wanita: Sempat Unggul, Indonesia Ditahan Malaysia 4-4
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
4 Zodiak yang Disebut Paling Cepat Belajar, Kamu Termasuk?
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Race Pertama MotoGP 2026 Berlangsung Jumat Besok, Alex Marquez Masih Khawatir Ducati akan Kesulitan saat Grand Prix Thailand
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Inggris Wanti-Wanti WN Paspor Ganda, Ditolak Masuk Mulai 25 Februari
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.