Kisah Nabi Yusuf yang Bisa Diceritakan ke Anak: Sabar dan Pemaaf

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kisah Nabi Yusuf selalu menjadi cara indah untuk mengenalkan nilai kebaikan kepada anak, karena di dalamnya ada teladan tentang kesabaran, keberanian, dan keikhlasan.

Tak hanya itu, Nabi Yusuf juga merasakan keajaiban mimpi yang jadi kenyataan, lho!

Kisah Nabi Yusuf dan Mimpi yang Jadi Kenyataan

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak bernama Yusuf. Ia adalah putra dari Nabi Yaqub. Sejak kecil, Yusuf dikenal sebagai anak yang lembut, jujur, dan berhati bersih.

Suatu malam, Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ia pun menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Nabi Yaqub tersenyum dan berkata bahwa mimpi itu adalah tanda kebaikan dari Allah, tetapi Yusuf diminta untuk tidak menceritakannya kepada saudara-saudaranya.

Sayangnya, saudara-saudara Yusuf merasa iri karena ayah mereka sangat menyayangi Yusuf. Rasa iri itu membuat hati mereka gelap. Mereka merencanakan sesuatu yang tidak baik. Pada suatu hari, mereka mengajak Yusuf bermain jauh dari rumah, lalu meninggalkannya di dalam sebuah sumur yang dalam.

Yusuf kecil tentu merasa sedih dan takut. Namun, ia tidak marah kepada Allah. Ia tetap berdoa dan percaya bahwa Allah akan menolongnya.

Tak lama kemudian, sebuah rombongan musafir menemukan Yusuf di dalam sumur. Ia kemudian dibawa ke Mesir dan tinggal di rumah seorang pejabat. Meski jauh dari ayahnya, Yusuf tumbuh menjadi anak yang jujur dan bijaksana.

Suatu hari, Yusuf harus menghadapi ujian besar. Ia difitnah dan dipenjara, padahal ia tidak bersalah. Namun lagi-lagi, Yusuf tetap sabar. Di dalam penjara, ia membantu banyak orang dan dikenal sebagai orang yang pandai menafsirkan mimpi.

Hingga suatu ketika, Raja Mesir bermimpi tentang tujuh sapi gemuk dan tujuh sapi kurus. Tidak ada yang bisa menjelaskan arti mimpi itu. Yusuf pun dipanggil. Dengan izin Allah, ia menjelaskan bahwa Mesir akan mengalami tujuh tahun masa subur dan tujuh tahun masa sulit. Ia juga memberi saran agar rakyat menyimpan makanan saat masa subur.

Raja kagum pada kebijaksanaan Yusuf. Akhirnya, Yusuf diangkat menjadi pejabat penting di Mesir. Berkat kepemimpinannya, banyak orang selamat dari kelaparan.

Beberapa tahun kemudian, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk meminta makanan. Mereka tidak menyadari bahwa pejabat yang mereka temui adalah Yusuf sendiri.

Saat Yusuf mengungkapkan jati dirinya, saudara-saudaranya ketakutan. Namun, Yusuf tidak membalas kejahatan dengan keburukan. Ia justru memaafkan mereka dan berkata bahwa Allah telah mengubah rencana buruk menjadi kebaikan.

Akhirnya, Yusuf bertemu kembali dengan ayahnya. Mimpinya saat kecil pun menjadi kenyataan.

Pesan Moral untuk Anak

Dari kisah ini, anak dapat belajar bahwa kesabaran tidak pernah sia-sia. Meski diperlakukan tidak adil, tetaplah berbuat baik. Allah selalu melihat usaha dan ketulusan hati.

Kebaikan, kejujuran, dan kesabaran akan membawa seseorang menuju kebahagiaan di waktu yang tepat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stembus Accord: Jalan Tengah Representasi atau Kemunduran Demokrasi?
• 12 jam lalukompas.com
thumb
[FULL] ICW Soroti Transparansi Harga & Proses Pengadaan Impor Mobil asal India | KOMPAS PETANG
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolri Minta Maaf Ulah Polisi Ciderai Rasa Keadilan Publik
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
BMKG Prakirakan Cuaca Jatim Berpeluang Berawan dan Hujan Petir saat Pagi hingga Sore Hari
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.