Irene Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan IP dan Platform Digital untuk Naik Kelas

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mengajak pelaku usaha memanfaatkan intellectual property (IP) dan platform digital sebagai strategi utama untuk meningkatkan daya saing dan membawa bisnis naik kelas.

Menurut Irene, kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia merupakan modal besar yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi jika dikemas dengan pendekatan yang tepat.

Salah satunya melalui penguatan IP dan narasi produk yang mampu membangun kedekatan emosional dengan konsumen.

"Jangan hanya menjual produknya, tetapi bangun ceritanya. Produk bisa diberi karakter, identitas, dan makna. Orang akan lebih mudah mengingat storytelling dibandingkan sekadar spesifikasi," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 26 Februari 2026.

Kemudian, Irene mencontohkan produk kuliner yang dapat dikembangkan melalui pendekatan IP, seperti pemberian karakter atau cerita unik yang merepresentasikan nilai budaya dan keunggulan produk.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada konsumen, terutama ketika berjualan di ruang publik seperti festival.

Selain penguatan IP, Irene mendorong pelaku usaha untuk aktif memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi, pemasaran, dan perluasan jejaring.

Menurutnya, digitalisasi membuka peluang kolaborasi antar-brand serta akses pasar yang lebih luas, termasuk ke tingkat internasional.

"Platform digital bukan hanya untuk jualan, tetapi juga untuk membangun jaringan, kolaborasi, dan kepercayaan pasar. Dari situ, peluang naik kelas akan terbuka," jelasnya.

Dari sisi manajemen, Irene mengingatkan pentingnya pengelolaan usaha yang sehat, termasuk pemahaman struktur biaya secara menyeluruh. Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang belum memasukkan waktu kerja mereka sendiri sebagai bagian dari modal bisnis.

"Waktu dan tenaga pemilik usaha juga bernilai. Kalau tidak dihitung, sulit menentukan harga dan keuntungan secara realistis," tegasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Membangun Karakter Bangsa: Mengembalikan Peran Sentral Keluarga dalam Pendidikan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Berapa Lama Puasa di Indonesia? Ini Durasi WIB, WITA, dan WIT
• 12 jam laludetik.com
thumb
Mendag Ingin Kopdes Merah Putih Bisa Tembus Pasar Ekspor
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Cari ATM Pecahan Kecil? Ini Daftar ATM Pecahan Rp20 Ribu di Jogja
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.