Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mampu menembus pasar global melalui kegiatan ekspor, sebagai upaya memacu pertumbuhan ekspor nasional.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan ekspor tidak boleh lagi hanya didominasi perusahaan besar maupun pelaku usaha di kota-kota besar. Menurutnya, desa dan koperasi harus menjadi bagian dari rantai pasok global.
“Yang bisa ekspor tidak hanya perusahaan besar tetapi UMKM, Koperasi Merah Putih juga harus bisa ekspor,” ujar Budi dalam peluncuran Trade Expo Indonesia ke-41 di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Budi menyebut terdapat sejumlah KopDes/Kel Merah Putih yang telah mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya KopDes Merah Putih di Jembrana, Bali, yang mengekspor produk kakao berupa biji cokelat.
“Waktu itu yang kita lepas itu, jadi kita ingin yang ekspor itu termasuk KDMP, dan itu sudah terbukti nanti kita akan melakukan pelatihan-pelatihan kepada pegawainya, pelatihan entrepreneur,” ujarnya.
Di samping itu, Kemendag juga akan memfasilitasi akses pasar melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk memperluas peluang ekspor KopDes Merah Putih.
Baca Juga
- Menkop Minta Alfamart-Indomaret Cs Tak Ekspansi ke Desa, Ada KopDes Merah Putih
- Ada KopDes Merah Putih, Mendag Buka-bukaan soal Nasib Alfamart dan Indomaret Cs
- Istana Buka Suara soal Agrinas Impor Pikap India untuk KopDes Merah Putih
Ke depan, Kemendag berharap semakin banyak koperasi yang mengikuti jejak tersebut dan aktif berkontribusi dalam kegiatan ekspor.
Langkah tersebut sejalan dengan program dari lokal untuk global yang diusung Kemendag, yakni mendorong produk berbasis potensi daerah menembus pasar internasional. Melalui program satu UMKM bisa ekspor, Kemendag mengincar semakin banyak pelaku usaha kecil naik kelas menjadi eksportir.
Berdasarkan data Kemendag, pada tahun lalu, Budi menuturkan pemerintah telah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM dengan total transaksi mencapai US$134,8 juta atau lebih dari Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% merupakan UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor dan difasilitasi melalui skema business matching dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.





