Jepara: Permintaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah meningkat saat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah mengajukan tambahan pasokan gas melon sebanyak 131.352 tabung melalui kuota elpiji fakultatif pada 23 Februari 2026.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen pada Disdag Kudus, Sonhaji, menuturkan pengajuan fakultatif gas elpiji menjelang Ramadan dan Idulfitri dilakukan dalam empat kali alokasi. Setiap alokasi dipasok sebanyak 32.832 tabung.
"Dinas Perdagangan pada 23 Februari 2026 sudah mengajukan penambahan fakultatif sebesar empat kali alokasi di mana total sekitar 131.352 tabung," kata Sonhaji, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca Juga :
Stok Beras dan Elpiji di Wonogiri Aman Hingga LebaranDirinya menyebut, pengajuan penambahan fakultatif elpiji dilakukan untuk mencegah kelangkaan dan memenuhi permintaan masyarakat. "Pengajuan fakultatif dilakukan karena ada peningkatan permintaan selama Ramadan," ujar Sonhaji.
Harapannya, lanjut Sonhaji, Pertamina dapat menyetujui usulan pengajuan fakultatif tersebut. Ia menjelaskan persetujuan biasanya diberikan sesuai permohonan, namun terkadang disesuaikan dengan perhitungan dari pihak Pertamina.
Ilustrasi elpiji 3 Kg. Dokumentasi/Pertamina
Terkait ketersediaan gas elpiji, Sonhaji menyebut stok di Kota Kretek masih cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan maupun Lebaran
"Stok elpiji 3 kilogram di Kabupaten Kudus berdasarkan hasil koordinasi dan laporan dari agen elpiji di Kudus Insyallah stok aman selama Ramadan dan hari raya Idulfitri," ungkap Sonhaji.




