Sumedang Dukung Percepatan Pengembangan Kawasan Rebana untuk Dongkrak Ekonomi Daerah

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG— Pemerintah Kabupaten Sumedang mendukung percepatan pengembangan Kawasan Rebana lantaran dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di kabupaten tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir usai menghadiri Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Gubernur Provinsi Jawa Barat dengan tujuh Kabupaten/Kota tentang pembangunan dan pengembangan Kawasan Rebana yang digelar di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (26/2/2026).

Menurut Dony, Kabupaten Sumedang memiliki posisi penting dalam kawasan industri Rebana, khususnya pada tiga kecamatan yang masuk wilayah pengembangan industri yakni Buahdua, Ujungjaya dan Tomo.

Baca Juga

  • Sumedang Fokus Ubah Pola Pikir Warga untuk Entaskan Kemiskinan Ekstrem
  • Pemkab Sumedang Bakal Pantau Harga Pangan Secara Berkala Jaga Stabilitas Ekonomi
  • Sumedang Siap jadi Percontohan Nasional Rantai Pasok Program MBG

“Kecamatan di Sumedang yang masuk kawasan industri Rebana ada Buahdua, Ujungjaya dan Tomo. Dengan penguatan dan percepatan pengembangan kawasan industri ini tentu akan semakin mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan kawasan industri akan memberikan dampak berantai terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan warga.

“Ketika kawasan industri dipercepat, ekonomi akan tumbuh dan bergerak. Lapangan pekerjaan terbuka lebih luas dan pada akhirnya bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Namun demikian, Dony menegaskan pembangunan industri di Sumedang harus tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, industri yang dikembangkan di kawasan Rebana akan berbasis ramah lingkungan dengan penggunaan energi hijau sesuai regulasi yang berlaku.

“Industri harus maju tetapi lingkungan tetap terjaga. Green energy menjadi perhatian utama sehingga pembangunan berjalan seimbang antara ekonomi dan kelestarian alam,” tegasnya.

Selain pengembangan industri, dalam kegiatan tersebut juga disepakati langkah bersama terkait penertiban pertambangan ilegal melalui sinergi pemerintah provinsi, pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan para pelaku usaha.

Dony menyebutkan, penertiban tambang ilegal menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekaligus memastikan aktivitas pertambangan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tambang ilegal harus ditertibkan. Sementara tambang yang legal harus menjalankan usahanya sesuai aturan, melakukan reklamasi dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan ke depan perhatian terhadap infrastruktur di kawasan pertambangan, termasuk akses jalan dan fasilitas penunjang lainnya akan semakin diperkuat.

Menurutnya, kesepakatan bersama tersebut menjadi bentuk ikhtiar kolaboratif antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi serta berbagai stakeholder untuk mendorong investasi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

“Mohon doa masyarakat Sumedang, mudah-mudahan pengembangan industri di Rebana berjalan lancar, investasi cepat masuk ke Sumedang dan masyarakat kita siap menjadi subjek pembangunan sebagai tenaga kerja terampil yang mensukseskan industrialisasi tersebut,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pegadaian Dukung Penerbitan Fatwa Kegiatan Usaha Bulion oleh DSN-MUI
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Zulhas Minta Fraksi PAN di DPR Kompak: Cita-cita dan Visi Sama dengan Presiden
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Daftar Lima Wilayah dengan Polusi Udara Terbaik di RI, Indeks AQI Batam Nihil
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
IMF Dorong AS untuk Redam Gejolak Tarif
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Ramalan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.