FAJAR, MAKASSAR—Yayasan Hadji Kalla terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan lingkungan.
Sepanjang 2025, lembaga ini mencatat capaian signifikan dengan menjangkau ratusan ribu penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Humanity & Environment Care Program Manager Yayasan Hadji Kalla, Sapril Akhmady, menjelaskan pihaknya terus memetakan manfaat program pemberdayaan yang dijalankan bersama mitra kemanusiaan.
“Salah satunya melalui Human Initiative yang menargetkan 2.100 penerima manfaat atau mustahik di empat provinsi,”ucapnya.
Menurut Sapril, program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat melalui berbagai sektor, mulai dari kebencanaan, kesehatan, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan.
“Pemetaan ini juga menjadi dasar untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tuturnya.
Salah satu fokus utama adalah bantuan tanggap bencana yang menyasar 1.000 penerima manfaat. Program ini bertujuan membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan mereka.
Selain itu, terdapat program Komunitas Tangguh Bencana yang memberikan pelatihan kepada 30 orang. “Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing,” ucapnya.
Di bidang kesehatan, program Komunitas Jantung Sehat memberikan pelatihan kepada 90 orang. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit jantung sejak dini.
Perhatian terhadap kesehatan anak juga diwujudkan melalui program Si Anak Sehat. Sebanyak 600 anak dari keluarga dhuafa mendapatkan layanan kesehatan, termasuk sirkumsisi gratis, sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
Yayasan Hadji Kalla juga menjalankan program Rumah Sehat dengan membangun 10 unit rumah layak huni.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga yang sebelumnya tinggal di hunian tidak layak,” tuturnya.Dl
Dalam upaya menjaga lingkungan, program Kampung Energi memberikan edukasi kepada 240 orang tentang pemanfaatan energi baru terbarukan.
Program ini juga mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.Sementara itu, program Pusat Edukasi Komunitas Mangrove Lestari telah menjangkau 100 orang.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir tentang pentingnya konservasi mangrove untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Program Manager Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Salman Febriyansyah, memaparkan capaian program Islamic Care sepanjang 2025.
Ia menyebutkan total dana yang disalurkan mencapai Rp13,45 miliar kepada 120.171 penerima manfaat.“Salah satu program terbesar adalah Idul Fitri Bahagia yang membantu 85.600 dhuafa memenuhi kebutuhan hari raya,” tuturnya.
Program ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat kurang mampu.
Selain itu, program Berbagi Iftar menjangkau 32.500 orang melalui penyediaan makanan berbuka puasa. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan selama Ramadan.
Pada sektor dakwah, program Tebar Dai berhasil meningkatkan pengetahuan agama bagi 1.835 orang. “Islamic Care juga menyalurkan bantuan soundsystem untuk 90 masjid dan 30 pesantren guna mendukung kegiatan ibadah dan pembinaan umat,”ucapnya.
Salman menegaskan capaian tersebut mencerminkan komitmen Yayasan Hadji Kalla dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Ke depan, pihaknya akan terus memperluas jangkauan program agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak positif dari berbagai inisiatif kemanusiaan dan pemberdayaan.(wis)





