Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyampaikan bahwa Pemerintah Amerika Serikat membantu mewujudkan kota cerdas di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui hibah senilai 2,49 juta dolar AS.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara pada Kamis, 26 Februari 2026.
Basuki menyatakan bahwa "Dukungan hibah ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap visi pembangunan IKN sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan." ungkapnya.
Hibah ini menjadi cerminan bahwa pembangunan berkelanjutan di Kota Nusantara mendapatkan kepercayaan internasional.
Sehari sebelum pernyataan tersebut, telah dilakukan penandatanganan kontrak kerja sama antara OIKN dan Pemerintah Amerika Serikat di Kantor OIKN.
Penandatanganan kontrak tersebut berkaitan dengan asistensi teknis untuk solusi pembangunan kota cerdas (smart city).
Asistensi Teknis dan Dokumen StrategisProyek pembangunan kota cerdas ini didukung melalui hibah dari U.S. Trade and Development Agency (USTDA) yang merupakan lembaga independen Pemerintah Amerika Serikat.
Tujuan hibah tersebut adalah untuk mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Basuki menjelaskan bahwa "Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pada cetak biru smart city IKN yang terintegrasi, siap investasi, dan implementatif, guna mempercepat transformasi Nusantara sebagai kota cerdas, berkelanjutan, dan menarik bagi investor global." jelasnya.
Asistensi teknis yang diberikan akan menghasilkan sejumlah dokumen strategis dan teknis penting.
Dokumen tersebut meliputi Smart City Enterprise Architecture.
Selain itu juga mencakup Procurement-Ready RFP Packages.
Dokumen lain yang disiapkan adalah Financial and Investment Model.
Selanjutnya terdapat ESG Compliant Framework (PESIA).
Juga akan disusun Capacity Building Roadmap.
Serta Implementation Phasing Plan.
Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi kota cerdas IKN berjalan secara terstruktur, transparan, dan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Keterlibatan Konsorsium dan Visi Kota KognitifProyek ini melibatkan konsorsium yang terdiri dari Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis utama bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia (Center of Excellence on Smart City), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia yang merupakan Partner Google Cloud Platform.
Basuki menegaskan pentingnya transformasi digital dalam pembangunan Nusantara dengan menyatakan bahwa "Transformasi digital merupakan fondasi utama dalam pembangunan Nusantara. Terlebih visi yang diusung sangat jelas yakni Nusantara harus menjadi kota hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas." tegasnya.
Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus project director inisiatif tersebut, Subhranshu Sekhar Das, menjelaskan visi jangka panjang mengenai pengembangan kota kognitif.
Subhranshu menyampaikan bahwa "Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi cognitive city. Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif." ujarnya.




