Podium Jumat di bulan suci ini memiliki peran krusial dalam menjaga api semangat ibadah jamaah agar tetap konsisten hingga akhir bulan. Khutbah Jumat Ramadan
Berikut adalah naskah Khutbah Jumat Ramadan singkat yang bisa menjadi referensi untuk meningkatkan ketakwaan jamaah. Khutbah Pertama
Alhamdulillahi ladzi manna 'alaina bi syahri romadhon, syahris shiyami wal qiyami wal ihsan. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuluh, khoiru man shoma wa qoma. Allahumma sholli wa sallim 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa ashohibi ajma'in.
Amma ba'du, faya 'ibadallah, ushikum wa nafsi bitaqwallah, faqod faza mullaqun. Qolallahu ta'ala fi kitabihil karim: Ya ayyuhalladzina amanu kutiba 'alaikumus shiyamu kama kutiba 'alalladzina min qoblikum la'allakum tattaqun.
Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadan 1447 H. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan untuk menahan lapar dan haus. Esensi utama dari ibadah puasa adalah transformasi spiritual menuju derajat Taqwa. Namun, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras dalam hadisnya:
"Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. An-Nasa'i).
Agar puasa kita tidak sia-sia, ada tiga hal yang harus kita jaga:
Menjaga Lisan: Menghindari dusta, ghibah, dan perkataan sia-sia yang merusak pahala.
Menjaga Hati: Menjauhkan diri dari penyakit hati seperti iri dan dengki selama berpuasa.
Menjaga Istiqamah: Memastikan ibadah kita tetap konsisten hingga akhir Ramadan, bukan hanya semangat di awal saja.
Barakallahu li wa lakum fil qur'anil 'adzim, wa nafa'ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wadz dzikril hakim. Aqulu qouli hadza wa astaghfirullaha li wa lakum wa lissairil muslimin, fastaghfiruhu innahu huwal ghofurur rohim.
Baca Juga :
Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat Fitrah? Inilah 8 Golongan Menurut Al-Qur'anAlhamdulillahi hamdan katsiron kama amar. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli wa sallim 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa ashohibi ajma'in.
Amma ba'du, faya ayyuhan nas, ittaqullaha fima amar wantahu 'amma naha.
Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah,
Di akhir khutbah ini, marilah kita senantiasa memohon ketetapan hati agar bisa menyelesaikan bulan Ramadan ini dengan predikat sebagai hamba yang bertaubat. Jangan biarkan hari-hari yang mulia ini berlalu tanpa ada perubahan positif dalam akhlak dan ibadah kita.
Marilah kita berdoa dengan penuh kekhusyukan:
Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya-i minhum wal amwat. (Ya Allah, ampunilah dosa kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.)
Allahumma a'inna 'ala shiyami romadhona wa qiyamih. (Ya Allah, bantulah kami untuk istiqamah menjalankan puasa dan shalat malam di bulan Ramadan ini.)
Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina 'adzabannar. (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.)
Ibadallah, innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan wa ita-idzil qurba wa yanha 'anil fahsya-i wal munkari wal baghyi, ya'idzukum la'allakum tadzakkarun. Fadzkurullahal 'adzima yadzkurkum wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum waladzikrullahi akbar.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)





