Kopdes Merah Putih Didorong agar Bisa Ekspor

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Kementerian Perdagangan siap memfasilitasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih agar mampu menembus pasar ekspor.

Budi menyatakan bahwa pemerintah telah melepas ekspor perdana produk kakao olahan dari Kopdes Merah Putih di Jembrana, Bali, sebagai langkah awal koperasi desa masuk ke pasar global.

Ia menyebut ke depan pemerintah akan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pegawai dan anggota koperasi, termasuk pelatihan khusus agar mampu memenuhi standar ekspor.

“Kami ingin yang ekspor itu tidak hanya dari kota, tetapi sampai desa bisa ekspor. Sehingga yang bisa ekspor tidak hanya perusahaan besar, tetapi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dan Koperasi Desa Merah Putih juga harus bisa ekspor,” katanya ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menuturkan Kopdes Merah Putih memiliki potensi besar, karena selain berfungsi sebagai minimarket dan penyedia kebutuhan pertanian, koperasi ini juga dapat mengembangkan produk unggulan desa yang dapat diekspor ke pasar global.
 

Baca Juga :

Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Hub Pendukung Perekonomian Rakyat di Desa


(Menteri Perdagangan Budi Santoso. Metrotvnews.com/Kautsar Widya)

Ia memastikan Kemendag akan memfasilitasi Kopdes Merah Putih melalui dukungan perwakilan dagang Indonesia di luar negeri, termasuk program business matching, sehingga jaringan pemasaran ekspor dapat semakin luas.

Budi menambahkan strategi penguatan ekspor tidak hanya melalui fasilitasi koperasi desa, tetapi juga lewat perluasan perjanjian dagang internasional.

“Kita ingin ekspor kita naik. Caranya bagaimana? Salah satunya adalah dengan banyak perjanjian dagang yang bisa membuka akses pasar kita di luar negeri,” katanya. Perjanjian dagang rampung Ia menyebut sejumlah perjanjian dagang yang telah diselesaikan tahun lalu, antara lain EU-CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan Uni Eropa), Indonesia-Kanada CEPA, Peru-Asia FTA (Free Trade Agreement), Indonesia-Peru CEPA, serta Indonesia-Tunisia FTA, yang ditargetkan segera diimplementasikan tahun ini.

Selain itu, Kemendag juga menjalankan program from local to global dengan mendorong UMKM masuk pasar ekspor.

Budi menyampaikan pada tahun lalu pemerintah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM dengan nilai transaksi mencapai 134,8 juta dolar AS atau lebih dari Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, 70 persen merupakan UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maling Modus Ganjal ATM yang Beraksi di Kemang Bogor Ditangkap
• 19 jam laludetik.com
thumb
Race Pertama MotoGP 2026 Berlangsung Jumat Besok, Alex Marquez Masih Khawatir Ducati akan Kesulitan saat Grand Prix Thailand
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Bawa Parang-Kapak, Pelaku Sudah Berniat Bacok Mahasiswi Riau Jelang Skripsi
• 11 jam laludetik.com
thumb
Rencana RI Kirim Pasukan ke Gaza, Menlu: Yordania Siap Dukung
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persib Vs Madura United, Ambisi Federico Barba Terus Menang
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.