PELNI Baubau semakin gencar edukasi kepada masyarakat untuk menghindari praktik calo tiket serta mendorong penggunaan kanal resmi untuk pembelian tiket.
Kepala Cabang PT Pelni Baubau, Djasman, menegaskan komitmen perusahaan dalam menanggulangi praktik calo tiket dan mendorong masyarakat untuk membeli tiket melalui saluran resmi. Djasman mengakui bahwa calo masih sering ditemukan di berbagai pelabuhan.
“Setiap pelabuhan pasti ada calonya,” ujar Djasman saat ditemui di Kantor Cabang Pelni Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/2).
Baca juga : Pelni Baubau Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026, Pintu Tikus Bakal Ditutup!
Menurut Djasman, upaya utama yang dilakukan adalah dengan mengedukasi calon penumpang agar tidak tergoda membeli tiket melalui perantara ilegal. Pelni menyediakan berbagai kanal pembelian yang mudah diakses, termasuk Pelni Mobile, loket resmi, dan travel serta merchandise resmi Pelni.
“Pelni sudah membuka akses pembelian tiket dengan mudah melalui Pelni Mobile, loket kami, dan agen resmi Pelni. Kami ingin penumpang memilih saluran resmi untuk pembelian tiket,” jelasnya.
Djasman menekankan bahwa membeli tiket melalui calo justru merugikan penumpang, karena harga yang dijual lebih mahal daripada tarif resmi Pelni. "Kenapa beli lebih mahal kalau harga resminya sudah ada?" katanya.
Pembelian tiket resmi juga memastikan kesesuaian data penumpang dengan tiket, mengurangi risiko jika penumpang membeli tiket tidak resmi. “Tiket resmi menjamin identitas sesuai dengan KTP, menghindari masalah saat naik kapal atau di kapal,” imbuh Djasman.
Untuk mendukung penggunaan kanal digital, Pelni Baubau terus memperkenalkan aplikasi Pelni Mobile di kawasan pelabuhan dan merencanakan sosialisasi lebih lanjut, termasuk di kawasan Kotamara. "Banyak yang sudah tahu tentang Pelni Mobile, namun daerah pulau-pulau masih ada yang kesulitan mengaksesnya," kata Djasman. (Z-10)





