Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Semarang Raya menggelar doa bersama untuk almarhum AT (14) dalam aksi solidaritas bertajuk Marhaban Ya Melawan di depan Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (26/2). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti dugaan kekerasan aparat yang menewaskan remaja berusia 14 tahun di Tual, Maluku, pada Kamis (19/2), sekaligus menyerukan reformasi di tubuh Polri.
Mereka menuntut reformasi menyeluruh di institusi kepolisian, pembenahan tim reformasi agar bekerja secara independen, serta transparansi dan proses hukum pidana umum terhadap oknum yang terlibat dalam kasus kekerasan tersebut.
Aliansi Semarang Raya yang terdiri atas berbagai elemen mahasiswa menyuarakan aspirasi melalui orasi dan berbagai media aksi saat berunjuk rasa. Massa bergerak dari titik kumpul di depan kampus lama Undip di kawasan Imam Bardjo menuju Jalan Pahlawan, Semarang, sekitar pukul 16.15 WIB, sebelum akhirnya bergeser ke depan Mapolda Jateng di tengah hujan deras.
Selama aksi berlangsung, satu jalur di Jalan Pahlawan ditutup untuk mengakomodasi massa. Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan keprihatinan atas insiden kekerasan di Tual dan mendesak pertanggungjawaban aparat.
Aksi yang berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB itu berjalan damai. Sebelum membubarkan diri, massa menyatakan akan kembali menggelar aksi jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.




