Kapolda Riau dan Kepala Balai BKSDA Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

KAPOLDA Riau Irjen Herry Heryawan bersama Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono turun langsung ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kamis (26/2). Hal itu menyusul penemuan bangkai seekor anak gajah liar di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi Dirkrimum, Dirkrimsus, Kabidlabfor Polda Riau, dan Kepala BKSDA Riau. Hal tersebut untuk memastikan proses penanganan berjalan serius, terukur, dan berbasis pemeriksaan ilmiah.

Berdasarkan informasi awal, bangkai anak gajah ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi telah mengalami pembusukan dan diperkirakan mati lebih dari satu pekan.

Baca juga : Lagi, Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati Diduga Kena Perangkap Jerat di Tesso Nilo

Dugaan sementara, kematian berkaitan dengan infeksi pada bagian kaki yang diduga akibat jerat. Saat ini tim medis Balai TNTN masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian.

Irjen Herry mengatakan, kehadirannya bersama unsur reserse dan laboratorium forensik bertujuan memastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara profesional serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan lengkap diperoleh.

“Kami ingin memastikan prosesnya berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu saya bersama direktur reserse dan labforensik turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya serta mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung,” ujar Herry.

Baca juga : 40 Saksi Diperiksa terkait Gajah Mati Terpenggal di Riau

Ia menjelaskan, bangkai anak gajah tersebut dapat ditemukan berkat patroli bersama antara personel kepolisian dan polisi hutan di kawasan TNTN. Menurutnya, kolaborasi patroli di lapangan menjadi faktor penting dalam mendeteksi lebih awal berbagai potensi ancaman terhadap satwa liar.

“Meski ditemukan dalam kondisi sudah menjadi bangkai, keberadaan anak gajah ini bisa terdeteksi karena patroli bersama. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk terus memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, ke depan pihaknya akan meningkatkan intensitas patroli, khususnya patroli sapu jerat, guna mengantisipasi praktik pemasangan jerat oleh pemburu maupun pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami akan dorong patroli sapu jerat secara lebih masif agar jerat-jerat yang membahayakan satwa dapat ditemukan dan segera disingkirkan,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan fungsi reserse dan laboratorium forensik menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum, tanpa mengabaikan proses medis yang dilakukan pihak konservasi.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis lewat nekropsi. Apabila nantinya ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Polda Riau saat ini berkoordinasi Balai TNTN serta BKSDA Riau guna mendukung pengumpulan data dan analisis di lokasi.

“Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kematian anak gajah tersebut akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh,” pungkas Irjen Herry.(RK/E-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Jadwal Ulang Periksa Eks Menhub Budi Karya Pekan Depan, Diminta Kooperatif!
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Niat Mandi Wajib sebelum Puasa Ramadhan: Arab, Latin dan Tata Cara
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Raja Abdullah II Apresiasi Komitmen Prabowo Subianto Dorong Solusi Dua Negara
• 16 jam laludisway.id
thumb
Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Singgung Dwi Yang Bangga Anaknya Jadi WNA, Dirjen AHU Klaim Banyak yang Mau Jadi WNI
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.