Pemerintah Amerika Serikat resmi menyalurkan dana hibah untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Dana hibah yang diberikan adalah sebesar US$2,49 juta atau sekitar Rp40,18 miliar.
Dana tersebut disalurkan melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA) kepada Otorita IKN. Penyaluran ini bertujuan mendanai asistensi teknis solusi kota cerdas untuk mempercepat transformasi digital.
Proyek ini diharapkan menghasilkan cetak biru infrastruktur cerdas yang terintegrasi dan siap investasi. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan visi besar pembangunan pusat pemerintahan baru tersebut.
"Visi kami jelas, Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas," jelas Basuki dalam keterangan resmi. Ia menekankan pentingnya standar global dalam setiap aspek pembangunan digital.
Asistensi teknis mencakup penyusunan arsitektur kota cerdas hingga paket dokumen lelang yang siap pakai. Dokumen ini juga akan memuat kerangka kerja yang patuh pada prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Konsorsium Eficens Systems Inc bertindak sebagai pelaksana teknis utama dalam inisiatif strategis ini. Pelaksana teknis melibatkan kemitraan dengan Frost & Sullivan serta PT Searce Technologies Indonesia.
Nusantara diprediksi akan berevolusi menjadi kota kognitif yang melampaui konsep kota cerdas biasa. Hal ini disampaikan oleh Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, mengenai potensi IKN.
Baca Juga: Hari ini Digelar Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan, Masjid IKN Jadi Salah Satu Tempat Rukyatul Hilal
"Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi cognitive city dan berpotensi menjadi model rujukan global," jelas Subhranshu. Penggunaan agentic AI akan menjadi kunci dalam optimalisasi tata kelola kota tersebut.
Meta Deskripsi: Pemerintah AS memberikan hibah US$2,49 juta melalui USTDA untuk pengembangan teknologi kota cerdas dan transformasi digital di IKN Nusantara.





