GOTO Ungkap Jejak Investasi Google hingga Status Nadiem Makarim

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan pernyataan resmi terkait dengan jejak investasi Google, tata kelola perusahaan, hingga informasi berkaitan dengan pendiri Gojek, Nadiem Makarim.

Manajemen GOTO merilis pernyataan setelah sebelumnya perwakilan perusahaan menjadi salah satu saksi dalam sidang kasus Chromebook di PN Jakarta Pusat.

Manajemen mengatakan Nadiem telah melepaskan seluruh jabatannya di perseroan pada 2019 usai menjabat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Oleh karena itu, kami mengambil momentum ini untuk memberikan penjelasan terkait perjalanan kami, dari perusahaan rintisan menjadi perusahaan teknologi besar,” tulis Manajemen GOTO dalam situs resmi, dikutip Kamis (26/2/2026).

Manajemen menjelaskan awal mula investasi Google di perusahaan pada 2017. Upaya tanam modal tersebut dilakukan seiring dengan pertumbuhan bisnis dan peluang eksposur terhadap ekonomi digital Indonesia.

Google juga terus berpartisipasi dalam beberapa putaran pendanaan berikutnya bersama banyak investor global lainnya. Sebagian besar investasi Google, dilakukan sebelum 2019 saat Nadiem belum ditunjuk sebagai menteri.

Baca Juga

  • Nadiem Semringah Saat Saksi GOTO Bantah Rp809 Miliar Masuk Kantong
  • Pihak GOTO Tegaskan Transaksi Rp809 Miliar Bukan Keuntungan Pribadi Nadiem Makarim
  • Petinggi GOTO Andre Klarifikasi soal Transfer Miliaran Saham ke Cayman Island

Manajemen GOTO juga menegaskan bahwa investasi Google tidak pernah dilakukan secara terpisah atau eksklusif, dan selalu menjadi bagian dari putaran pendanaan bersama dengan investor lainnya. Google juga tidak pernah menjadi pemegang saham mayoritas maupun pemegang saham pengendali Perseroan.

Perjanjian Pengambilbagian Saham (Shares Subscription Agreement) selalu disetujui dan ditandatangani oleh setiap investor dalam setiap investasi. Hal ini sejalan dengan prosedur standar operasional (Standard Operating Procedure/SOP) bagi perusahaan yang sedang melakukan penggalangan dana.

GOTO juga menjelaskan soal kepemilikan saham, perseroan menegaskan bahwa tidak pernah membeli kembali saham perseroan sendiri (share buyback) dari Google. Namun, terdapat dua transaksi saat perusahaan melakukan pembelian saham perusahaan lain dari Google.

Pertama, pada Mei 2021, ketika Gojek dan Tokopedia bergabung menjadi GOTO. Saat itu, GOTO membeli saham Tokopedia dari Google, yang merupakan salah satu pemegang saham Tokopedia. Proses serupa juga dilakukan antara Perseroan dengan pemegang saham Tokopedia lainnya.

Kedua, pada Oktober 2021, perusahaan membeli saham entitas teknologi keuangan, PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB), dari beberapa investor, termasuk Google. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi yang perlu dilakukan oleh Perseroan jelang Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

“Dalam kedua transaksi tersebut, para investor memutuskan untuk menginvestasikan kembali dana yang diperoleh dengan membeli saham baru GOTO,” tulis manajemen.

Selain itu, hubungan perseroan dengan Google juga telah terjalin sebelum adanya investasi, karena perusahaan menjadi pengguna layanan Google sejak 2015 melalui pembelian layanan infrastruktur komputasi awan (cloud), penggunaan layanan peta (maps), dan periklanan digital.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Batu Bara Akhirnya Menggeliat Setelah Ambruk 5 Hari
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dian Sastro Dukung Program Mudik Gratis Pemilik Warung Lewat Program Dimudikin dan Kidum
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Mercedes Digadang-gadang akan Mendominasi F1 2026, George Russell Malah Jagokan Red Bull untuk Musim Ini
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
KPAI Desak DPR Segera Bahas RUU Pengasuhan Anak, Soroti 25 Kasus Filisida Sepanjang 2025
• 54 menit lalumatamata.com
thumb
Kejati DKI Geledah 3 Lokasi Kasus Proyek Migrasi, Dokumen hingga Barang Elektronik Disita!
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.