Kementerian Pertahanan (Kemhan) terseret sorotan terkait rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India yang diinisiasi PT Agrinas Pangan Nusantara. Kemhan menegaskan tidak terlibat dalam kebijakan pengadaan kendaraan pikap tersebut.
Untuk diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara membuat pengadaan untuk mengimpor 105 ribu mobil pikap dari India dengan total anggaran Rp 24,66 triliun. Mobil itu diperuntukkan untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih.
Agrinas telah meneken kontrak pengadaan kendaraan tersebut dari dua produsen otomotif asal India. Sebanyak 35 ribu unit Scorpio pikap dipasok oleh Mahindra, sementara 70 ribu unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pikap dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.
Pengadaan ini lantas menuai sorotan. Sebab pengadaan impor itu dinilai akan mematikan industri otomotif dalam negeri.
Kemhan ikut terseret dalam sorotan tersebut. Beredar narasi, Kemhan menjadi beking dari pengadaan impor 105 ribu pikap dari India.
Dugaan itu muncul seiring dengan adanya hibah empat mobil Mahindra Scorpio, kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M). Kendaraan itu diserahkan dari M&M ke Kemhan melalui perantara PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kemhan membantah tegas tudingan tersebut. Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menegaskan narasi yang beredar tidak benar.
"Menanggapi informasi yang berkembang di ruang publik, Kementerian Pertahanan (Kemhan) memandang perlu menyampaikan penjelasan, agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terjadi kesalahpahaman," kata Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Rico menegaskan kendaraan Mahindra Scorpio yang pernah diterima Kemhan merupakan hibah untuk mendukung penanganan bencana di Aceh. Kendaraan tersebut digunakan untuk mempercepat mobilitas logistik hingga bantuan di lapangan.
"Kendaraan Mahindra Scorpio yang diterima Kemhan dari PT Agrinas, merupakan hibah kemanusiaan untuk mendukung penanganan bencana di Aceh," ujarnya.
"Bantuan ini dimaksudkan untuk mempercepat mobilitas di lapangan, agar distribusi bantuan, evakuasi warga, serta dukungan logistik bagi masyarakat terdampak, dapat dilakukan lebih cepat," lanjutnya.
Rico menekankan kendaraan pikap dari M&M tidak termasuk dalam pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara. "Penerimaan hibah itu juga berdiri sendiri dan tidak masuk dalam proses pengadaan maupun pembelian 105.000 unit kendaraan oleh Agrinas yang diberitakan di sejumlah media," ujarnya.
Kemhan memastikan setiap bentuk dukungan yang diterima akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak. Dukungan tersebut juga ditegaskan akan dikelola secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.
"Kemhan memastikan setiap dukungan yang diterima diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak, serta dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," ucap Rico.
(eva/isa)





