Laba United Tractors (UNTR) Merosot Jadi Rp14,81 Triliun pada 2025

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT United Tractors Tbk. (UNTR) membukukan laba bersih sebesar Rp14,81 triliun pada 2025 atau turun signifikan akibat melemahnya harga jual batu bara dan lesunya bisnis kontraktor penambangan. 

Sepanjang 2025, UNTR mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp131,3 triliun atau turun sebesar 2,32% dari Rp134,4 triliun pada 2024.

Pendapatan bersih tersebut terutama berasal dari segmen kontraktor penambangan Rp54,1 triliun, segmen mesin konstruksi Rp36,6 triliun, segmen pertambangan batu bara Rp24,2 triliun, serta segmen pertambangan emas dan mineral lainnya Rp14 triliun. 

Pendapatan dari segmen kontraktor tambang dan pertambangan batu bara masing-masing turun 7% year-on-year (YoY). Berbanding terbalik, segmen emas dan mineral lainnya menjadi satu-satunya yang mengalami lonjakan pendapatan pada 2025, yakni sebesar 41% YoY. 

Manajemen UNTR menjabarkan laba bersih perseroan turun 24,17% YoY dari Rp19,53 triliun pada 2024 menjadi Rp14,81 triliun pada 2025.

“Penurunan itu disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen kontraktor penambangan yang terkendala curah hujan tinggi dan segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi akibat harga jual batu bara yang lebih rendah yang sebagian dapat diimbangi oleh penguatan harga emas,” paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026). 

Baca Juga : Astra (ASII) Raih Laba Bersih Rp32,76 Triliun pada 2025, Turun 3,34%

Di sisi aksi korporasi, pada 14 Januari 2026, United Tractors menyelesaikan program pembelian kembali saham senilai Rp2 triliun yang dimulai pada 31 Oktober 2025 dengan 68,5 juta lembar saham yang dibeli kembali. 

Selanjutnya, UNTR mengumumkan tahap kedua pembelian kembali saham dengan nilai maksimal sebesar Rp2 triliun dari 22 Januari sampai 15 April 2026. 

Kedua program buyback saham itu dijalankan dengan mengikuti peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam situasi pasar berfluktuasi.

“Program ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek perseroan dan kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, juga bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.”

Selain itu, UNTR melalui anak perusahaannya PT Danusa Tambang Nusantara dan PT Energia Prima Nusantara, telah menyelesaikan transaksi untuk mengakuisisi 100% kepemilikan saham PT Arafura Surya Alam pada 11 Februari 2026. PT Arafura Surya Alam merupakan sebuah perusahaan pertambangan emas yang berlokasi di Sulawesi Utara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Kemendag Targetkan RI Jadi Simpul Perdagangan Dunia
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
LPDP Benahi Strategi Biar Alumninya Bisa Terserap Industri Tenaga Kerja Tanah Air
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Wamensos Dorong Percepatan Relokasi Korban Tanah Bergerak di Brebes
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Polres Wakatobi Kerahkan 253 Personel Amankan Ramadan 1447 H
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, 26 Februari 2026: Cancer Lebih Sensitif, Virgo Jadi Penyelamat Situasi
• 18 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.