Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 5 bank jumbo Asia dikabarkan berebut bisnis ritel milik HSBC Holdings plc di Indonesia senilai lebih dari US$200 juta atau setara dengan Rp3,1 triliun.
Menurut sumber Bloomberg, Kamis (27/2/2026), bank yang ingin memperkuat posisinya di ekonomi terbesar Asia Tenggara tersebut antara lain raksasa dari Singapura, DBS Group Holdings Ltd, Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC), dan United Overseas Bank Ltd (UOB).
Selain itu, CIMB Group Holdings Bhd dari Malaysia dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc (SMFG) dari Jepang juga disebut-sebut masuk dalam daftar peminat.
Adapun, nilai transaksi dari penjualan aset ritel tersebut ditaksir mencapai lebih dari US$200 juta (sekitar Rp3,1 triliun). Diskusi masih terus berlangsung, dengan target pengumpulan penawaran yang mengikat (binding bids) pada pertengahan Maret.
HSBC diketahui tengah melakukan tinjauan strategis terhadap bisnis ritel mereka di Australia, Indonesia, dan Mesir, serta unit HSBC Life di Singapura.
Transformasi HSBCSejak menjabat pada 2024, CEO HSBC Georges Elhedery telah melakukan perombakan, termasuk pemangkasan ribuan pekerjaan dan penyederhanaan manajemen. Bank tersebut telah terbagi menjadi empat divisi baru dan mulai meninggalkan beberapa lini bisnis yang sebelumnya dianggap sebagai aset utama.
Baca Juga
- HSBC Sekuritas Indonesia Resmi Dilikuidasi, Ini Imbauan ke Nasabah
- HSBC Dorong Perusahaan Menengah Adopsi ESG Lewat Sustainability Improvement Loan
- HSBC Indonesia Tunjuk Stuart Rogers sebagai Presiden Direktur Baru
Hingga saat ini, perwakilan dari DBS, UOB, OCBC, CIMB, dan SMFG menolak untuk memberikan komentar. Begitu pula dengan pihak HSBC yang enggan berkomentar lebih lanjut mengenai tinjauan strategis di Indonesia.
Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada kuartal terakhir, menjadi magnet bagi bank-bank yang ingin berekspansi. Selain HSBC, lembaga keuangan lain seperti Citigroup Inc juga telah menjual aset non-inti mereka, sementara ANZ Group Holdings Ltd dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjual sahamnya di PT Bank Pan Indonesia.
Sejarah HSBC di IndonesiaHSBC membuka cabang pertamanya di Indonesia sejak 1884. Sekitar dua dekade lalu, mereka mengakuisisi PT Bank Ekonomi Raharja yang kemudian berganti nama menjadi PT Bank HSBC Indonesia pada 2016.
Saat ini, HSBC Indonesia memiliki sekitar 2.300 karyawan dan 28 cabang yang melayani nasabah korporasi serta ritel.
Sebelumnya pada 2022, HSBC sempat mempertimbangkan rencana penawaran umum perdana (IPO) untuk unit bisnisnya di Indonesia, namun rencana tersebut kini bergeser ke arah potensi penjualan aset ritel.





