Harga Emas Menguat Tipis, Pasar Tunggu Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pelaku pasar menanti sinyal apakah negosiasi tersebut dapat meredakan ketegangan geopolitik.

Harga Emas Menguat Tipis, Pasar Tunggu Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia naik tipis pada Kamis (26/2/2026) seiring investor memilih bersikap hati-hati menjelang putaran ketiga perundingan tidak langsung nuklir Amerika Serikat (AS)-Iran di Jenewa.

Pelaku pasar menanti sinyal apakah negosiasi tersebut dapat meredakan ketegangan geopolitik.

Baca Juga:
S&P Ingatkan Tekanan Fiskal, Prospek Peringkat Indonesia Dibayangi Risiko

Emas spot menguat 0,40 persen ke level USD5.184,32 per troy ons.

Analis pasar di FOREX.com Razan Hilal menyebut emas dan perak tengah berupaya menembus level resistance di USD5.200 dan USD90.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Masih Rawan Melanjutkan Koreksi ke 8.081-8.149

Namun, sejauh pekan ini kenaikan belum mampu bertahan, sehingga risiko koreksi bisa meningkat apabila kesepakatan geopolitik jangka pendek tercapai.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters, AS dan Iran dapat mencapai kerangka kesepakatan apabila Washington memisahkan isu “nuklir dan non-nuklir”.

Baca Juga:
Tambang Pani Masuk Fase Produksi Komersial, Merdeka Gold (EMAS) Kirim Dore Perdana ke Antam

Ia menambahkan, sejumlah perbedaan yang tersisa perlu dipersempit dalam putaran ketiga perundingan di Jenewa.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals Peter Grant menilai banyak pihak menaruh perhatian pada hasil perundingan tersebut. Meski demikian, menurut dia, ketidakpastian global saat ini masih cukup besar.

Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas kerap dipandang sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Grant menambahkan, pasar masih berpotensi naik menuju USD5.340,72 dan kemudian USD5.400, meski koreksi jangka pendek tetap terbuka.

Di sisi lain, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan tarif untuk sejumlah negara akan naik menjadi 15 persen atau lebih tinggi dari tarif baru sebesar 10 persen, tanpa merinci mitra dagang yang dimaksud.

Sementara itu, jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran baru naik tipis pada pekan lalu.

Tingkat pengangguran pada Februari juga terlihat stabil seiring kondisi pasar tenaga kerja yang relatif terjaga.

Pasar pun masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tahun ini. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap, Pembahasan Empat Mata Prabowo dan MBZ dalam Sejam Pertemuan
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Bareskrim Pastikan Tak Ada Unsur Penculikan di Kasus Jual Beli Bayi via Medsos
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Polda Kalsel Akan Gelar Tes Urine Massal, Tegas Tangani Anggota Terlibat Narkoba
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Gubernur Khofifah Indar Parawansa Berangkatkan Truk EPIK Mobile untuk Kendalikan Inflasi di 15 Daerah Jawa Timur
• 12 jam lalupantau.com
thumb
1 Hakim Dissenting Opinion soal Kerugian Negara di Kasus Minyak Mentah
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.