Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (26/2). Pelemahan itu terjadi sehari setelah laporan kinerja pelopor kecerdasan buatan Nvidia (NVDA.O), gagal mengesankan investor. Kondisi ini membebani saham-saham teknologi yang selama ini menjadi motor penguatan pasar.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 17,05 poin atau 0,03 persen menjadi 49.499,20. S&P 500 (.SPX), turun 37,27 poin atau 0,54 persen menjadi 6.908,86, dan Nasdaq Composite (.IXIC) melemah 273,69 poin atau 1,18 persen ke 22.878,38.
Peralihan investasi kembali ke sektor-sektor siklikal membantu Dow bertahan sedikit di zona hijau, sementara penurunan 3,2 persen pada Philadelphia SE Semiconductor index (.SOX), menyeret Nasdaq yang sarat saham teknologi turun 1,2 persen.
Dengan penurunan pada Kamis, SOX yang telah melonjak 15,7 persen sejak awal tahun berada di ambang mengakhiri reli 11 pekan beruntun yang berpotensi menjadi rekor.
Saham teknologi (.SPLRCT), secara umum, serta saham perangkat lunak (.SPLRCIS), dan chip khususnya, bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir seiring investor bergulat dengan kekhawatiran atas besarnya biaya dan potensi disrupsi dari teknologi Artificial Intelligence (AI) yang masih berkembang.
Meski ketiga indeks utama saham AS berada di jalur penurunan mingguan tipis, S&P 500 dan Nasdaq diperkirakan akan ditutup melemah secara bulanan. Sementara itu, Dow masih berada di jalur kenaikan untuk Februari.
Laporan Kuartal VI Nvidia yang dirilis setelah penutupan pasar Rabu (25/2) menunjukkan hasil di atas ekspektasi analis, dan produsen chip tersebut juga memberikan proyeksi di atas perkiraan pasar. Namun, perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu menghadapi perbandingan tahunan yang semakin berat seiring perlambatan pertumbuhan pendapatan. Sahamnya turun 5,5 persen.
“Ini terasa seperti efek ‘hangover’ Nvidia yang khusus terjadi di ruang AI. “S&P terseret turun oleh Nvidia dan Magnificent 7, sementara Nasdaq benar-benar terpukul,” ujar Kepala Strategi di Simplify Asset Management, Philadelphia, Michael Green, dikutip dari Reuters, Jumat (27/2).
“Investor sebelumnya mengambil posisi beli besar di Nvidia dan posisi jual pada saham yang terdampak disrupsi AI. Ketika dampak tersebut tidak terwujud dalam skala besar, mereka melepas posisi itu, menekan saham Nvidia dan mendorong naik saham yang sebelumnya mereka jual,” tambahnya.
Dari 11 sektor utama di S&P 500, sektor teknologi (.SPLRCT), dan layanan komunikasi (.SPLRCL), mencatat penurunan persentase terdalam. Sementara itu, sektor keuangan (.SPSY), memimpin penguatan dengan kenaikan 1,3 persen didorong saham bank-bank besar seperti JPMorgan Chase (JPM.N), Bank of America (BAC.N), dan Wells Fargo (WFC.N).
Indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 (.SPLRCIS) yang tertekan dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran disrupsi AI, naik 1,4 persen. Kenaikan ini didorong lonjakan 4,0 persen saham Salesforce (CRM.N) meskipun perusahaan tersebut memberikan panduan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan.
Trade Desk (TTD.O), merosot 4,8 persen setelah proyeksi pendapatannya mengecewakan di tengah tekanan yang meningkat dari para pesaing yang lebih besar. J.M. Smucker (SJM.N), melonjak 8,8 persen setelah perusahaan makanan kemasan itu membukukan laba dan penjualan kuartalan yang solid.
C3.ai (AI.N), anjlok 18,5 persen setelah melaporkan proyeksi penjualan kuartal berjalan yang lebih lemah dari perkiraan serta mengumumkan pemangkasan 26 persen tenaga kerja globalnya. Celsius Holding (CELH.O), naik 6,9 persen setelah produsen minuman energi tersebut melampaui estimasi pendapatan kuartalan.
Jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 1,41 banding 1 di NYSE. Tercatat 444 saham mencetak level tertinggi baru dan 71 saham menyentuh level terendah baru di NYSE.
Di Nasdaq, 2.439 saham menguat dan 2.237 melemah, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,09 banding 1. S&P 500 mencatat 37 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu level terendah baru, sedangkan Nasdaq Composite membukukan 88 level tertinggi baru dan 88 level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 19,55 miliar saham, dibandingkan rata-rata 20,31 miliar saham per sesi selama 20 hari perdagangan terakhir.





