Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan merupakan kunci sukses pelaksanaan Program Beasiswa Talenta Indonesia (BTI) yang baru diluncurkan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen bersama LPDP.
Guna lebih menyebarluaskan informasi seputar BTI, Puspresnas Kemendikdasmen menyelenggarakan Sosialisasi Beasiswa Talenta Tahap II dengan sasaran Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama, Dinas Pendidikan provinsi, serta satuan pendidikan dari seluruh Indonesia, termasuk Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Veronica Irene di Jakarta pada Jumat menyampaikan Program BTI tahun 2026 Sarjana/D4 diperuntukkan bagi para talenta murid berprestasi ajang talenta tingkat nasional dan tingkat internasional sebagai instrumen keberlanjutan pembinaan prestasi dan dukungan karier belajar.
“Beasiswa Talenta Indonesia merupakan apresiasi bagi anak-anak berprestasi untuk mengembangkan potensi. Forum ini menjadi kesempatan untuk bertukar dan menyebarluaskan informasi,” katanya.
Baca juga: Kemendikdasmen: Beasiswa Talenta Indonesia apresiasi murid berprestasi
Pada kesempatan yang sama Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Manajemen Talenta Mariman Darto menyampaikan BTI bukan sekadar program pembiayaan pendidikan.
Beasiswa itu, kata dia, adalah bagian integral dari ekosistem Manajemen Talenta Nasional, sebuah sistem yang dirancang untuk memastikan talenta-talenta unggul bangsa tidak berhenti pada panggung kompetisi, tetapi berlanjut pada jenjang pendidikan tinggi yang relevan, strategis, dan berdampak bagi pembangunan nasional.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran strategis bapak/ibu sekalian,” kata Mariman.
Menurutnya, Balai Besar dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan ekosistem mutu berjalan secara sistemik.
Baca juga: Kemendikdasmen sediakan 6.000 beasiswa perkuat talenta murid
Kanwil Kemenag juga memiliki peran dalam menjangkau satuan pendidikan di bawah binaannya. Dinas Pendidikan provinsi lantas menjadi simpul koordinasi kebijakan pendidikan menengah di daerah.
Sementara kepala satuan pendidikan, lanjutnya, adalah garda terdepan yang secara langsung mendampingi, membina, dan menginspirasi murid-murid berprestasi.
Lebih lanjut ia berharap seluruh ekosistem pendidikan dapat mengidentifikasi murid-murid berprestasi yang memenuhi kriteria, memastikan data prestasi tercatat dengan baik dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), memberikan pendampingan dalam proses pendaftaran dan penyusunan esai, serta membangun kesadaran bahwa prestasi tidak berhenti pada medali, tetapi berlanjut pada kontribusi nyata bagi bangsa.
“Mari kita pastikan bahwa tidak ada talenta unggul yang terlewat karena kurang informasi. Mari kita bangun sistem yang proaktif, kolaboratif, dan responsif. Dan mari kita siapkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing global, berkarakter kebangsaan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya.
Baca juga: Google sediakan beasiswa bagi 10.000 lebih talenta digital Indonesia
Guna lebih menyebarluaskan informasi seputar BTI, Puspresnas Kemendikdasmen menyelenggarakan Sosialisasi Beasiswa Talenta Tahap II dengan sasaran Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama, Dinas Pendidikan provinsi, serta satuan pendidikan dari seluruh Indonesia, termasuk Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Veronica Irene di Jakarta pada Jumat menyampaikan Program BTI tahun 2026 Sarjana/D4 diperuntukkan bagi para talenta murid berprestasi ajang talenta tingkat nasional dan tingkat internasional sebagai instrumen keberlanjutan pembinaan prestasi dan dukungan karier belajar.
“Beasiswa Talenta Indonesia merupakan apresiasi bagi anak-anak berprestasi untuk mengembangkan potensi. Forum ini menjadi kesempatan untuk bertukar dan menyebarluaskan informasi,” katanya.
Baca juga: Kemendikdasmen: Beasiswa Talenta Indonesia apresiasi murid berprestasi
Pada kesempatan yang sama Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Manajemen Talenta Mariman Darto menyampaikan BTI bukan sekadar program pembiayaan pendidikan.
Beasiswa itu, kata dia, adalah bagian integral dari ekosistem Manajemen Talenta Nasional, sebuah sistem yang dirancang untuk memastikan talenta-talenta unggul bangsa tidak berhenti pada panggung kompetisi, tetapi berlanjut pada jenjang pendidikan tinggi yang relevan, strategis, dan berdampak bagi pembangunan nasional.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran strategis bapak/ibu sekalian,” kata Mariman.
Menurutnya, Balai Besar dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan ekosistem mutu berjalan secara sistemik.
Baca juga: Kemendikdasmen sediakan 6.000 beasiswa perkuat talenta murid
Kanwil Kemenag juga memiliki peran dalam menjangkau satuan pendidikan di bawah binaannya. Dinas Pendidikan provinsi lantas menjadi simpul koordinasi kebijakan pendidikan menengah di daerah.
Sementara kepala satuan pendidikan, lanjutnya, adalah garda terdepan yang secara langsung mendampingi, membina, dan menginspirasi murid-murid berprestasi.
Lebih lanjut ia berharap seluruh ekosistem pendidikan dapat mengidentifikasi murid-murid berprestasi yang memenuhi kriteria, memastikan data prestasi tercatat dengan baik dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), memberikan pendampingan dalam proses pendaftaran dan penyusunan esai, serta membangun kesadaran bahwa prestasi tidak berhenti pada medali, tetapi berlanjut pada kontribusi nyata bagi bangsa.
“Mari kita pastikan bahwa tidak ada talenta unggul yang terlewat karena kurang informasi. Mari kita bangun sistem yang proaktif, kolaboratif, dan responsif. Dan mari kita siapkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing global, berkarakter kebangsaan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya.
Baca juga: Google sediakan beasiswa bagi 10.000 lebih talenta digital Indonesia





