Prabowo Subianto Presiden RI melaksanakan pertemuan bilateral dengan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) Presiden Persatuan Emirat Arab di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026) waktu setempat.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Persatuan Emirat Arab yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir Antara, setibanya di istana kepresidenan, Prabowo Presiden disambut langsung oleh MBZ Presiden. Suasana hangat langsung terasa sejak awal pertemuan yang digelar di taman terbuka istana, dengan latar pepohonan palem dan cahaya senja Abu Dhabi yang menciptakan nuansa akrab serta penuh kekeluargaan.
Delegasi kedua negara duduk berhadapan dalam formasi melingkar, mencerminkan dialog yang setara, terbuka, dan saling menghormati. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo Subianto Presiden RI didampingi Sugiono Menteri Luar Negeri, Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet, Judha Nugraha Duta Besar RI untuk PEA, serta Sigit P Santosa Direktur Utama PT Pindad (Persero).
Sementara itu, MBZ Presiden didampingi Hamdan bin Mohamed Al Nahyan Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan, Mohamed bin Hamad Al Nahyan Penasihat Mahkamah Kepresidenan, Ahmed Al Mazrouei Penasihat Urusan Strategis, Suhail Al Mazrouei Menteri Energi dan Infrastruktur, serta Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri Duta Besar PEA untuk Indonesia.
Rangkaian agenda dilanjutkan dengan iftar bersama yang berlangsung khidmat dalam suasana Ramadan. Momentum tersebut semakin mempererat hubungan personal kedua pemimpin. Prabowo Subianto Presiden RI juga melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah bersama rombongan kedua negara.
Pembahasan kemudian berlanjut dalam expanded meeting yang menyoroti berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kerja sama energi, peningkatan investasi, hingga pengembangan kemitraan ekonomi masa depan. Dialog ini menegaskan komitmen Indonesia dan PEA untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
Sebagai penutup, kedua pemimpin menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) dalam suasana terbuka dan konstruktif. Percakapan langsung tersebut mencerminkan kedekatan personal sekaligus tekad bersama memperdalam hubungan bilateral yang telah terjalin erat. (ant/bil/ipg)



