Bursa Asia Beragam Usai Nvidia Anjlok 5 Persen, Saham Teknologi Global Ikut Tertekan

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 27 Februari 2026. Gejolak pasar ini menyusul koreksi di bursa Amerika Serikat (AS) yang mengalami tekanan besar dari saham produsen chip milik Jansen Huang, Nvidia.

Saham Nvidia turun lebih dari 5 persen setelah melaporkan laba dan pendapatan kuartal IV-2025 melebihi ekspektasi pasar. Koreksi ini disebut sebagai penurunan terburuk sejak April 2025. 

Baca Juga :
IHSG Diproyeksi Turun Lebih Dalam, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Pilihan Analis
Dibuka Menguat, IHSG Coba Break Resistance di 8.450 seiring Penguatan Bursa Asia

Anjloknya saham Nvidia menyeret sejumlah saham emiten produsen chip lainnya, seperti Broadcom, Lam Research, Western Digital dan Applied Materials ikut merosot. Kegagalan raksasa perangkat lunak AS, Salesforce, dalam mendongkrak pasar secara keseluruhan turut menjadi sentimen negatif.

Saham-saham teknologi di Asia juga lesu di awal perdagangan. Saham SK Hynix, pemasok utama memori berkecepatan tinggi untuk Nvidia, turun lebih dari 2 persen. Saham Samsung Electronics selaku menjadi  mitra Nvidia selama beberapa dekade ikut tergerus 0,69 persen.

Dikuri dari CNBC Internasional, Jumat, 27 Februari 2026, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,6 persen. Indeks Topix diperdagangkan datar. 

Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,1 persen. Senasib, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil melemah 0,35 persen. 

Indeks Hang Seng Hong diperdagangkan pada level 26.391 atau meningkat dari posisi terakhir di area 26.381,02.

Di bursa AS, Wall Street, indeks S&P 500 turun 0,54 persen menjadi 6.908,86. Nasdaq Composite melemah 1,18 persen dan ditutup pada 22.878,38.  

Indeks Dow Jones Industrial Average menjadi anomali karena berhasil membukukan kenaikan sebesar 17,05 poin atau 0,03 persen menjadi 49.499,20.

Baca Juga :
Bursa Asia Melejit! Nikkei 225 Jepang Cetak Rekor Baru Dipicu Efek Takaichi Trade
Bursa Asia Melonjak Tajam Ikuti Reli Wall Street, Sentimen AI dan Geopolitik Gerakkan Pasar Global
Gawat! Bitcoin Ambruk ke US$62.000, Sentimen Global Picu Tekanan Besar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bakal Digugat Cerai, Insanul Fahmi: Saya Konsisten Pertahankan Rumah Tangga
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Setahun Menakhodai Maluku Utara, Apa Saja yang Telah Dilakukan Gubernur Sherly Tjoanda?
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
BEI Bidik Investor Syariah Bertambah 50 Ribu di 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Rencana Induk Pemerintah Digital 2025-2045, Digadang Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Digitalisasi Berbasis AI
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
[FULL] Kriminolog UI Ungkap Penyebab Premanisme Berkedok Debt Collector Kian Marak | KOMPAS MALAM
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.