Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Papua Tengah
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kemendikdasmen atas mandat Presiden Prabowo Subianto menghadirkan perbaikan sarana dan prasarana hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), khususnya di Indonesia timur. Sebanyak 21 PKBM dan SKB menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp15 miliar.
Di PKBM Kasih Julius, Kabupaten Mimika, bantuan lebih dari Rp1 miliar digunakan untuk memperbaiki ruang kelas, ruang keterampilan, fasilitas sanitasi, serta pengeboran air bersih. Kepala PKBM Kasih Julius, Yakobus Natalis Fatubun, mengatakan kondisi geografis yang berawa dan lembap sebelumnya menyebabkan bangunan cepat rusak.
“Wilayah kami berawa dan sangat lembab. Struktur bangunan mudah mengalami keretakan sehingga ruang kelas sempat tidak digunakan. Setelah direvitalisasi, kini jauh lebih aman dan nyaman,”ujar Yakobus dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
Sementara itu, SKB Rote Ndao di Rote Ndao menerima bantuan Rp2,2 miliar untuk pembangunan enam ruang kelas lengkap dengan perabotnya. Kepala SKB Rote Ndao, Fadlun Sururiyadi, menyebut perubahan yang terjadi sangat signifikan.
“Wajah SKB berubah hampir 180 derajat. Sekarang setiap jenjang punya ruang kelas sendiri dan warga belajar bisa lebih fokus serta tertib,”jelasnya.
Direktur Jenderal PKPLK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan revitalisasi bukan sekadar membangun fisik gedung, tetapi memperkuat ekosistem pembelajaran.
“Ketika ruang kelas aman, ruang keterampilan berfungsi, dan sanitasi tersedia dengan baik, maka kualitas pembelajaran ikut terangkat,”ungkap Tatang.
Program ini ditegaskan sebagai bentuk afirmasi bagi satuan pendidikan yang paling membutuhkan guna mewujudkan pemerataan dan keadilan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F30%2F50bc0d2e168164d6aff9f46c55634244-1001452799.jpg)


