jpnn.com, JAKARTA - Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI menggelar santunan dan buka puasa bersama anak yatim piatu.
Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 2026.
BACA JUGA: Oreo Donasikan 2,5% Keuntungan untuk Pendidikan Anak Yatim Piatu
Ketua KWP Ariawan mengatakan kegiatan santunan dan buka bersama ini merupakan agenda rutin yang digelar KWP setiap tahun.
Kegiatan ini bahkan menjadi jembatan bagi KWP untuk melakukan aksi sosial nyata terhadap sesama, khususnya anak yatim piatu.
BACA JUGA: Waka MPR Akbar Bantu Anak Yatim Piatu & Penderita Gizi Buruk di Tolitoli
“Kegiatan KWP berbagi ini sudah keempat kalinya kami laksanakan. Tentu, aksi sosial ini menjadi wadah bagi KWP untuk berbagi kebahagian kepada sesama, khususnya anak-anak yatim piati yang membutuhkan uluran tangan kita,” kata Ariawan di sela-sela pelaksanaan acara buka bersam aanak yatim piatu dan wartawan parlemen di Aula Masjid Baiturahman, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Ariawan berharap kegiatan ini dapat membawa dampak yang positif bagi masyarakat luas.
BACA JUGA: Peringati HUT ke-58, Perum Bulog Gelar Baksos untuk Anak Yatim Piatu dan Santri Tahfiz
Dia juga ingin santunan dan buka bersama anak yatim piatu ini bisa terus dilaksanakan ke depannya.
Bagi dia, wartawan tidak hanya menyajikan informasi-informasi akurat dan benar, namun juga memberikan manfaat baik untuk masyarakat luas.
“Intinya kami ingin wartawan memberikan dampak yang positif untuk masyarakat. Wartawan harus hadir memberikan hal-hal baik terutama untuk anak yatim piatu," tegas Ariawan.
Terakhir, Ariawan menyampaikan terima kasih kepada Anggota Komisi VI Fraksi Demokrat DPR RI Herman Khaeron yang sudah terlibat dalam kegiatan santunan dan buka bersama anak yatim piatu bertema 'Mencari Keberkahan di Bulan Ramadan dengan Saling Berbagi' tersebut.
"Saya mewakili teman-teman KWP mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Herman Khaeron yang sudah bersedia terlibat dalam kegiatan ini,” kata Ariawan.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan pentingnya kepedulian sosial terhadap anak yatim sebagai wujud tanggung jawab moral dan konstitusional negara.
Oleh karena itu, Herman menyampaikan apresiasinya kepada jajaran KWP yang dinilai konsisten menggelar kegiatan sosial setiap tahun.
“Selagi kita masih bisa berbagi, selagi kita masih bisa memberi, jangan pernah berhenti peduli. Di balik kebahagiaan kita, ada yang harus kita perhatikan dan kita bantu," kata Herman Khaeron.
Herman Khaeron menekankan dalam perspektif Islam, anak yatim memiliki kedudukan istimewa yang harus dijaga dan diperhatikan.
Namun, dia juga mengingatkan kepedulian terhadap fakir miskin dan anak terlantar bukan hanya kewajiban moral keagamaan, melainkan juga mandat konstitusi.
Mengutip amanat Undang-Undang Dasar 1945, Herman Khaeron menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Oleh karena itu, menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan keberlangsungan hidup dan kesejahteraan mereka.
"Dalam dua perspektif itu, agama dan konstitusi, kegiatan santunan ini menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian kita semua," ujar Sekjen Partai Demokrai itu.
Dalam kesempatan itu juga, Herman Khaeron memberikan apresiasi khusus kepada para wartawan parlemen yang tergabung dalam KWP.
Dia menyebut media massa sebagai mitra strategis DPR dalam menyampaikan berbagai kebijakan dan aktivitas parlemen kepada publik.
"Tanpa kekuatan media, berbagai kegiatan DPR tidak akan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Media adalah perpanjangan dari kerja-kerja politik kami," katanya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari banyak pihak. Mereka yang mendukung pelaksanaan kegiatan antara lain Jamkrindo, BNI, BRI, Baznas, dan Yayasan Astra.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




