Di Bawah Tenda, Siswa SLB Bekasi Belajar Mandiri Lewat Jualan Takjil

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di bawah tenda sederhana di Jalan Komodo Raya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, tampak berbeda, Kamis (26/2/2026).

Sejumlah murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Kembar Karya Pembangunan III berdiri di balik meja dagangan, menawarkan aneka makanan buatan mereka sendiri kepada para pembeli yang melintas.

Di tangan-tangan yang kerap dipandang sebelah mata, tersaji aneka takjil makanan hingga minuman segar.

Baca juga: BBPOM Jakarta Temukan Makanan Takjil di Benhil Diduga Mengandung Pewarna Tekstil

Senyum mereka merekah setiap kali ada warga yang berhenti untuk membeli.

Kepala SLB Kembar Karya Pembangunan III, Vivi Sukmawati (53), mengatakan kegiatan berjualan ini merupakan program perdana yang digelar selama bulan Ramadhan tahun ini.

“Ini adalah tahun perdana kami melaksanakan kegiatan ini. Kami membuka stan ini dari awal puasa dan sudah berjalan sampai saat ini,” ujar Vivi saat ditemui di lokasi, Kamis.

Vivi mengatakan, awalnya, sekolah merencanakan kegiatan tersebut hanya berlangsung selama dua minggu.

Namun melihat antusiasme siswa yang tinggi, kegiatan itu berpotensi diperpanjang.

“Tapi kalau memang anak-anak masih sangat antusias, insyaallah akan kami laksanakan sampai satu bulan penuh,” katanya.

Baca juga: Bosan Menu Itu-itu Saja, Warga Serbu Blok M Cari Takjil Unik

Menurut Vivi, kegiatan ini bukan sekadar berjualan takjil. Ada tujuan yang lebih besar di baliknya.

Sebagai pengajar, ia ingin membekali siswa agar mampu mandiri setelah lulus sekolah.

"Kami ingin mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Ini memang idenya untuk melatih kemandirian anak-anak,” tuturnya.

Seluruh produk yang dijual merupakan hasil kerja siswa.

Mereka terlibat sejak tahap awal, mulai dari berbelanja bahan ke pasar, mengolah makanan, hingga memasarkan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Semua makanan dan minuman yang dijual di sini buatan mereka sendiri dan tentunya didampingi oleh guru,” ujar Vivi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Italia Mulai Curiga dengan Kiper Timnas Indonesia, Jangan-jangan Emil Audero Sebentar Lagi Gabung Juventus
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Indeks Kepercayaan Industri Melambat Jadi 54,02 pada Februari 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
RUU Kewarganegaraan Disusun, Dirjen AHU: Syarat Jadi WNI Akan Diperketat
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Kapolda Jabar: Jangan Perlakukan Rusunawa bak Tempat Indekos
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hendak Kabur ke Malaysia, Koko Erwin Terduga Pemasok Uang dan Narkoba ke AKBP Didik Melawan saat Ditangkap
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.