Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memaknai puasa selama Ramadan bukan menjadi penghalang untuk melakukan sejumlah aktivitas. Politikus Golkar ini menyebut dirinya mampu untuk lari 10 kilometer selama berpuasa.
"Saya tidak menjadikan puasa itu halangan untuk melakukan aktivitas," kata Misbakhun dalam acara Inspirasi Bulan Suci detikcom, dilihat Kamis (26/2/2026).
Misbakhun menyebut puasa justru memberikan semangat untuk bisa lebih bergerak lagi. Ia mengatakan masih sering berolahraga lari 10 kilometer selama puasa.
"Karena justru puasa itu memberi semangat kita untuk lebih aktif. Pada saat saya melakukan aktivitas puasa, saya pagi kadang masih bisa lari 10 kilo. Kadang-kadang jam-jam 07.00 gitu, jam 06.00, jam 07.00 gitu saya bisa lari 10 kilo dan 10 kilo saya masih di bawah 55 menit," ujar Misbakhun.
Misbakhun mengatakan sering berolahraga di Gelora Bung Karno (GBK) selama Ramadan. Ia juga berbicara pentingnya manajemen waktu dalam mengemban sejumlah tugas di partai politik hingga sebagai anggota DPR RI.
"Manajemen waktu itu yang menjadi tantangan paling utama. Karena bagi saya, semuanya itu adalah tugas. Tugas dari partai, tugas dari Ormas, dan sebagainya, untuk disinkronkan. Mengatur ritme itu yang paling utama," kata Misbakhun.
"Berikutnya adalah ketika sudah kita tahu jadwal, kita mendisiplinkan diri. Ketika kita mendisiplinkan diri, kapan kita istirahat, kapan kita kemudian hal-hal yang serius itu kita selesaikan, kemudian kita istirahat sejenak, kemudian kita aktivitas yang lainnya. Jadi saya itu mulai dari pagi, sampai tengah malam," sambungnya.
Ia menyebut puasa bermakna untuk menjaga kepekaan. Menurutnya ibadah puasa juga bisa dijadikan landasan dalam mengambil keputusan kebijakan.
"Yang paling utama adalah kepekaan kita untuk melihat penderitaan orang itu menjadi bagian dari penderitaan kita. Kesulitan orang itu, apalagi kita bekerja di sektor publik seperti politisi, kepekaan-kepekaan itu yang paling Utama," kata Misbakhun.
"Sehingga kalau kita bisa merawat dengan baik, kemudian kita menjaga semangatnya, tentunya ini akan menjadi sebuah nilai sendiri kita pada saat mengambil keputusan," imbuhnya.
(dwr/dhn)




