Anak Gajah Mati Kena Jerat di TN Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun Tangan

rctiplus.com
19 jam lalu
Cover Berita

PELALAWAN, iNews.id - Anak gajah liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Resort Lancang Kuning, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (26/2/2026). Dugaan awal kematian anak gajah tersebut mengarah pada infeksi di bagian kaki akibat luka jerat.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan serius dan berbasis pemeriksaan ilmiah. Dia didampingi Dirkrimum, Dirkrimsus, Kabidlabfor Polda Riau serta Kepala BBKSDA Riau.

“Hari ini saya turun langsung ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo menyusul penemuan bangkai seekor anak gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo-Resort Lancang Kuning,” ujar Irjen Herry, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, dugaan awal mengarah pada infeksi di bagian kaki yang diduga akibat jerat. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil nekropsi dan pendalaman tim medis.

"Dugaan awal mengarah pada infeksi pada bagian kaki yang diduga akibat jerat. Untuk kemungkinan penyebab lain gajah mati ini masih kami buat beberapa hipotesa," katanya.

Irjen Herry menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan lengkap diperoleh. Dia memastikan setiap langkah dilakukan berdasarkan fakta di lapangan.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Setiap langkah dilakukan berdasarkan fakta di lapangan. Apabila ditemukan unsur pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Bangkai anak gajah yang diperkirakan berusia kurang dari 5 tahun itu ditemukan dalam kondisi membusuk dan diduga telah mati lebih dari sepekan. Penemuan tersebut terdeteksi melalui patroli bersama personel kepolisian dan polisi hutan.

Kapolda Riau menegaskan akan meningkatkan patroli sapu jerat secara lebih masif. Langkah itu dilakukan untuk mencegah praktik pemasangan jerat yang membahayakan satwa liar.

“Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kematian anak gajah akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Dari pemeriksaan awal terhadap bangkai, ditemukan jerat yang mengikat kaki depan anak gajah.

“Bagi kami ini merupakan pukulan yang keras ya, bahwa masih terjadi kegiatan yang membunuh keberadaan satwa liar di kawasan hutan. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap bangkai, memang ditemukan ada jerat yang mengikat kaki depannya,” katanya dikutip dari akun Instagram @btn_tessonilo.

Heru menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir patroli smart patrol tidak menemukan jerat di dalam kawasan TNTN. Namun jerat masih kerap ditemukan di luar kawasan, seperti hutan produksi dan area lainnya.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Senator PFM Minta Dasco-Sjafrie Kolaborasi Pasang Badan Lindungi Prabowo
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Kapolri Minta Maaf Masih Ada Anggotanya yang Cederai Rasa Keadilan, Tak Segan Tindak Tegas
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
BRI Super League: Ivar Jenner Tak Masuk Skuad Dewa United saat Kalahkan Persita, Ini Penjelasan Jan Olde Riekerink
• 14 jam lalubola.com
thumb
Polres Metro Tangerang Selesaikan Kasus Pelemparan Petasan Secara Restoratif
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
AS Tawarkan Hadiah Rp 167,8 Miliar untuk Informasi Keberadaan Kakak Beradik Pemimpin Kartel Narkoba Sinaloa Meksiko
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.